
AMBON,Nunusaku.id,- Upaya nyata mewujudkan swasembada pangan nasional terus ditunjukkan pemerintah pusat dengan menggandeng para pihak termasuk TNI. Salah satunya dengan melakukan penanaman Padi Gogo di Dusun Airlouw Desa Nusaniwe, Kota Ambon, Kamis (31/07/25).
Kegiatan ini kolaborasi Dandim 1504/Ambon bersama Kementrian Pertanian (Kementan) RI, serta Dinas Pertanian (Distan) Maluku dan Kota Ambon. Selain Ambon, Kabupaten Maluku Tengah juga menjadi sasaran.
Plt. Dirjen Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat yang ikut penanaman bibit padi gogo bilang, momen ini bukan hanya seremonial, tetapi bagian penting dari langkah terukur pemerintah menyiapkan swasembada pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen nyata kita semua dalam membangun ketahanan pangan yang inklusif, adaptif, dan mampu menghadapi ancaman krisis global. Kalau pemerintah pusat, daerah, TNI, dan petani bersatu, kita bisa mengguncang dunia,” ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya percepatan tanam pada musim tanam Juni–September. Karena itu diharapkan agar daftar CPCL (Calon Petani Calon Lahan) segera difinalisasi paling lambat Agustus, sebagai dasar distribusi benih dan intervensi lainnya.
Pasalnya target nasional 2025 mencakup 500.000 ha padi gogo, ditanam di lahan perkebunan, perhutanan sosial, dan peremajaan sawit. Termasuk kontribusi Maluku sebanyak 11.484 ha, dengan realisasi CPCL saat ini baru 81,08% dan realisasi tanam 29,53%.
“Dengan produktivitas 2 ton/ha, maka diperkirakan Maluku dapat menghasilkan 22.968 ton gabah. Ini kontribusi strategis untuk swasembada nasional,” tegas Roni.
Sementara, Kadistan Maluku, Ilham Tauda menggarisbawahi capaian dan potensi Provinsi Maluku. Dari target tanam padi tahun 2025 seluas 15.260 hektar, telah terealisasi 14.135 hektar hingga Juli 2025.
“Khusus padi gogo, dari target 6.223 hektar, realisasi telah mencapai 3.377 hektar atau 54 %,” urainya.
Ilham juga mencatat, keberhasilan tanam perdana ini hasil kerja cepat kurang dari dua minggu atas inisiatif Dandim 1504/Ambon Letkol Inf Hari Sandra, para Babinsa, dan kelompok tani setempat.
“Padi gogo di Ambon sejatinya tidak masuk dalam target perencanaan awal. Tapi karena semangat dan dukungan penuh dari semua pihak, hari ini kita saksikan bersama bahwa penanaman ini bisa terwujud,” ujar Ilham.
Letkol Inf Hari Sandra, Dandim 1504/Ambon, mengisahkan bagaimana semangat gotong royong mendorong percepatan kegiatan ini. Ia memberi target cepat ke seluruh Koramil untuk menyediakan lahan minimal 2 hektar.
“Dalam waktu seminggu, kelompok tani dibentuk, lahan disiapkan, dan bibit pun didatangkan dari Malteng. Kami tidak menunggu segalanya sempurna. Kami bertindak cepat. Kalau tidak dipaksa, kita tidak akan bergerak,” ungkapnya.
Diakuinyaz dukungan alsintan (alat dan mesin pertanian), pupuk bersubsidi, dan rice milling kecil sangat dibutuhkan untuk menopang produksi yang semakin luas.
“Tugas kami hanya menanam dan merawat. Hasilnya kita serahkan kepada Tuhan. Tapi kami yakin, kalau ini berlanjut, Ambon bisa mandiri pangan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar menanam padi, inisiatif ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam menjawab tantangan pangan masa depan. Dandim, pemerintah pusat, daerah, dan petani menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil dan tekad kolektif.
Penanaman padi gogo di wilayah Kodim 1504/Ambon ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan semangat kolektif. Tak hanya menanam padi, kita tengah menanam masa depan pangan bangsa.
Disela-sela kegiatan, Rudi Ririmase, perwakilan kelompok petani (Poktan) berterima kasih atas bantuan dan pelatihan yang diberikan. Baginya, kegiatan ini memberi kesempatan bagi petani lokal untuk belajar langsung teknik bercocok tanam hingga proses pasca panen.
“Kami jadi tahu bagaimana menanam dan mengolah hasil panen menjadi beras. Terima kasih Kodim 1504/Ambon dan seluruh pihak yang sudah membantu kami,” pungkasnya. (NS)





