Warga "Ngeluh" ke Walikota Bodewin, Anak Buahnya Diduga Pungli ke Pedagang
IMG-20250314-WA0004

AMBON,Nunusaku.id,- Program Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR), sebuah forum interaktif untuk mendengar langsung keluhan serta aspirasi warga kembali digelar di pelataran Balaikota Ambon, Jum’at (14/3/25) pagi.

WAJAR perdana ini dihadiri langsung Walikota Bodewin Wattimena, Wakil Walikota Ely Toisuta, Pj Sekretaris Kota Robby Sapulette dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Ambon.

Antusiasme terlihat dari banyaknya  warga kota yang hadir dan menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.

Berbagai isu yang diangkat dalam pertemuan ini mencerminkan beragam tantangan yang dihadapi masyarakat Ambon.

Salah satunya, warga yang hadir mengungkap fakta untuk orang nomor satu di kota ini tentang dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemkot Ambon yang menagih pajak secara berlebihan ke pedagang.

“Nama Rossa, tapi kurang tahu marganya apa. Dia datang itu tipu beta kaka pakai nama Nivalin,” tukas warga.

Keluhan itu langsung direspon Walikota Bodewin. “Di Pajak ada, pa?. Panggil dia skarang hadir disini, yah. Suruh dia skrang hadir disini,” pintanya.

Namun permintaan Bodewin itu ditanggapi pihak terkait di BPPRD bahwa oknum pegawai itu sudah dimutasi ke BKD untuk mendapat pembinaan.

“Sudah di BKD ?. Pembinaan di BKD ?. Sudah, dong koordinasi hadirkan disini,” tegas Bodewin.

Selain dugaan Pungli oknum pegawai ke pedagang, aturan tentang kepemilikan alat pemadam kebakaran bagi pelaku usaha juga menjadi sorotan warga ke Walikota.

Lalu persoalan sampah & infrastruktur.  warga mengeluhkan minimnya fasilitas pengangkutan sampah, khususnya mobil Tossa, serta kondisi infrastruktur di BTN Kebun Cengkeh yang butuh perhatian Dinas PUPR.

Kemacetan & parkir liar: banyaknya kendaraan angkutan umum yang diduga gunakan satu izin trayek untuk beberapa mobil sekaligus dinilai memperburuk kemacetan. Parkir liar di malam hari juga menambah kesemrawutan lalu lintas.

Bantuan tak tepat sasaran: sejumlah warga mempertanyakan penyaluran bantuan pemerintah yang dinilai keliru. Contohnya, petani di pegunungan menerima alat tangkap ikan, sementara nelayan di pesisir justru mendapat alat pertanian.

Gangguan Lingkungan: masyarakat di Dusun Seri merasa terganggu dengan keberadaan kandang ayam yang menyebabkan banyak lalat.

Serta penggusuran & sengketa lahan: Pedagang di Batu Merah keluhkan penggusuran ruko akibat berjualan di badan jalan. Sementara seorang warga lain alami kesulitan memperbaiki tempat usahanya yang tertimpa pohon karena persoalan kepemilikan lahan.

“Terima kasih sudah datang dan sampaikan berbagai permasalahan yang ada. Ini adalah tugas pemerintah, memastikan setiap persoalan yang disampaikan bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Terkait masalah kemacetan, ia mengungkapkan kebijakan baru yang akan diterapkan usai lebaran.

“Saya sudah minta seluruh OPD tidak gunakan kendaraan dinas setiap hari Jumat. Setelah Ramadan, kita akan mulai melakukan berbagai penataan kota agar lebih tertib,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta dukungan masyarakat agar kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik demi pembangunan Ambon yang lebih maju.

Program WAJAR ini akan terus dievaluasi dan diharapkan menjadi jembatan komunikasi efektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Setiap warga miliki kesempatan sampaikan aspirasinya secara langsung ke pemangku kebijakan. Kita akan terus buka ruang diskusi seperti ini, agar setiap warga bisa ikut serta membangun Ambon yang lebih baik,” pungkasnya. (NS-02)

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email