
AMBON,Nunusaku.id,- Kerusakan jalan di kawasan Nania Kampung Kolam, tepatnya pada akses masuk lorong depan Perum Damri, RT/RW 006/001, Kecamatan Baguala, kembali menjadi sorotan warga.
Kondisi jalan yang sebelumnya sudah pernah diaspal itu kini kembali rusak parah, menyisakan permukaan berbatu dan bergelombang.
Menurut warga, kondisi itu bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak pada naiknya tarif transportasi daring seperti Maxim, karena medan jalan yang dinilai sulit dilalui kendaraan.
“Parah sekali, jalan sudah rusak. Berbatu, sulit dilalui kendaraan apalagi roda dua. Ini menghambat akses warga. Butuh perhatian pemerintah,” pinta La Jana, warga Nania, Ju’mat (21/11).
Dirinya pun mendesak pemerintah kota maupun DPRD untuk segera turun tangan memperbaiki jalan itu melalui APBD.
“Kalau tidak memang kita bisa terisolir jika tidak segera diperbaiki,” pintanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon, Melly Latuihamallo mengaku, sejumlah ruas jalan di Ambon, termasuk ruas Nania, sebelumnya telah diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025.
Namun, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mengakibatkan seluruh alokasi DAK untuk bidang jalan dipangkas.
“Jalan di Nania, Waiheru, Ay Patty, Wayame, Hative Besar sampai ke ruas menuju SMA 7 Ambon sebenarnya sudah lolos DAK 2025. Tetapi karena efisiensi nasional, semua program DAK untuk jalan tidak jadi dibiayai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meski sempat terakomodasi dalam APBD, efisiensi tersebut membuat pembiayaannya batal.
“Lima ruas itu akan kami usulkan kembali dalam APBD Tahun 2026,” ujarnya.
Untuk ruas jalan depan Perum Damri, ia menjelaskan, rencana pembangunan awalnya menggunakan material beton demi ketahanan jangka panjang.
“Sudah direncanakan pakai beton. Masyarakat sudah dapat akses, tapi karena efisiensi, usulan itu tidak diproses,” demikian Melly. (NS)





