
AMBON,Nunusaku.id,- Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah menetapkan masa tanggap darurat pascakebakaran Batu Merah selama 14 hari.
“Masa tanggap darurat pascakebakaran ini kita lakukan selama 14 hari, tetapi nanti bisa diperpanjang sesuai kondisi dan kebutuhan,” kata Wattimena disela-sela tinjauan pascakebakaran Batumerah Kota Ambon, Jum’at (28/8).
Selama masa tanggap darurat, Pemkot Ambon akui Bodewin, akan melakukan penanganan terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus memantau perkembangan kondisi di lokasi pengungsian.
“Kebutuhan dasar para korban seperti makan, disiapkan pemerintah kota selama tiga hari dalam bentuk makanan siap saji sebagai bentuk tanggal darurat awal,” jelasnya.
Pemkot Ambon juga akuinya, memastikan penanganan korban dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah terkait serta dukungan Pemerintah Provinsi Maluku.
“Seluruh keluarga korban kebakaran sementara ditempatkan di Balai Desa Batumerah sehingga mudah terorganisir. Semua tingkatan baik Raja, Lurah, Camat hingga Dinas akan memastikan korban tertangani,” tandas Walikota.
Baginya, kerja kolaborasi menjadi penting ditengah kondisi sulit. Karena itu kehadiran Gubernur Maluku yang sekaligus memberikan bantuan sosial kepada para korban juga menjadi bukti kehadiran pemerintah bagi warga kota.
“Sesungguhnya tidak ada yang inginkan musibah terjadi. Tetapi semua sudah demikian adanya saat ini. Sekarang yang harus kita lakukan adalah memastikan langkah-langkah kita terukur dalam kerja sosial bagi para korban kebakaran,” demikian Bodewin.
Diketahui, kebakaran yang terjadi Jumat pagi di kawasan Lorgi Batumerah Ambon menghanguskan sedikitnya enam rumah dan puluhan kamar kos. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain Walikota, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga langsung meninjau lokasi kebakaran di Batumerah. Lewerissa mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon khususnya jajaran Pemadam Kebakaran, yang bergerak cepat menangani kobaran api.
“Sebagaimana kita ketahui, tadi pagi terjadi peristiwa kebakaran yang menghanguskan enam rumah dan puluhan kos-kosan. Kita bersyukur semuanya sudah tertangani dengan baik oleh Pemadam Kebakaran,” kata Lewerissa.
Menurutnya, Pemkot Ambon juga telah mengambil langkah cepat dengan mengarahkan warga terdampak untuk sementara mengungsi di Balai Desa Batu Merah.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku turut menyalurkan bantuan kepada para korban. Bantuan tersebut berupa selimut, tikar lipat atau matras, perlengkapan wanita, makanan siap saji, serta sejumlah kebutuhan lainnya.
Lewerissa berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak, terutama dalam menghadapi situasi sulit pascakebakaran.
“Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini setidaknya bisa meringankan beban masyarakat, terutama para korban, untuk menghadapi situasi yang tidak mudah ini,” katanya.
Ia juga meminta para korban tetap kuat dan optimistis menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah, kata Lewerissa, tidak akan menutup mata terhadap kondisi yang dialami masyarakat dan akan terus melakukan langkah-langkah yang memungkinkan untuk membantu.
“Para korban tetap semangat melalui kondisi sulit ini. Percayalah, pemerintah tidak tutup mata dan akan melakukan apa yang bisa dilakukan,” tegasnya
Kehadiran langsung Gubernur bersama Walikota Ambon di lokasi kebakaran menjadi bentuk respons pemerintah terhadap masyarakat terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar korban mendapat perhatian selama masa pemulihan. (NS)



