Walikota Ingatkan LPPD Ambon tak Terlena Prestasi Masa Lalu, Evaluasi-Tingkatkan Kualitas
IMG-20260923-WA0009

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengingatkan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Ambon agar tidak terlena dengan berbagai prestasi masa lalu.

Ia menyebut, selama ini masyarakat kerap memiliki kebanggaan terhadap kemampuan bernyanyi masyarakat Ambon dan Maluku. Namun, menurutnya, perkembangan paduan suara di berbagai daerah di Indonesia membuat persaingan semakin kompetitif.

“Prestasi harus dibangun melalui proses latihan yang berkelanjutan, terukur, dan serius. Karena itu LPPD perlu terus melakukan pembinaan dan audisi secara baik hingga tingkat kecamatan agar talenta-talenta terbaik dapat ditemukan dan dikembangkan,” tandas Bodewin saat
membuka Rapat Kerja (Raker) XII LPPD Kota Ambon di Amaris Hotel, Rabu (23/9).

Selain itu, Bodewin juga menyoroti pentingnya proses seleksi atau audisi peserta Pesparawi yang dilakukan secara objektif.

Ia mengingatkan agar proses seleksi tidak didasarkan pada hubungan keluarga, kedekatan, maupun pertimbangan keterwakilan tertentu yang dapat mengesampingkan kemampuan peserta.

Menurutnya, kompetisi harus memberikan ruang kepada mereka yang benar-benar memiliki kemampuan terbaik untuk mewakili Kota Ambon maupun Maluku.

Ia menilai, mekanisme seleksi yang objektif penting untuk menjaga semangat kompetisi sekaligus memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang berdasarkan kemampuan dan hasil latihan.

“Para pengurus dan peserta harus membangun mental kompetitif yang sehat.
Kemenangan dan kekalahan bagian dari proses kompetisi. Jika suatu ketika harus alami kekalahan, harus diterima secara sportif dan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan,” ingatnya.

Ia menambahkan, prestasi tidak boleh dicapai dengan mengurangi kualitas kompetisi. Sebaliknya, setiap proses seleksi dan pembinaan harus menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta terbaik.

Bodewin juga mengingatkan bahwa status Ambon sebagai Kota Musik membawa tanggungjawab besar bagi pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, predikat tersebut harus diwujudkan melalui pembinaan musik yang berkelanjutan, terutama kepada generasi muda.

Ia mengatakan, hasil pembinaan musik memang tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat. Namun, latihan yang dilakukan sejak usia dini diharapkan dapat melahirkan musisi-musisi berkualitas di masa mendatang.

“Tentu kita semua berharap dari latihan-latihan yang terukur sejak usia dini, besok-besok akan muncul gitaris-gitaris hebat, musisi-musisi hebat, pianis hebat dan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Bodewin, Raker LPPD mesti dipandang bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi pengurus sekaligus meningkatkan kinerja lembaga dan evaluasi proses.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan LPPD tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian prestasi dalam kompetisi Pesparawi, tetapi juga harus memberikan kontribusi terhadap pembentukan karakter, etika, moral, serta kualitas sumber daya manusia di Kota Ambon.

“Ini jadi momentum penting dalam upaya bersama kita meningkatkan kinerja pengurus, tetapi juga membangun karakter, etika, moral yang baik dalam tanggungjawab LPPD. Bukan saja membina para juara atau peserta, tetapi juga membantu Pemerintah Kota (Pemkot) membangun kualitas sumber daya manusia di Kota Ambon,” ujar Bodewin.

Orang nomor satu di Ibukota provinsi Maluku itu kemudian menggunakan paduan suara sebagai gambaran pentingnya kebersamaan dalam membangun Kota Ambon.

Menurutnya, sebuah paduan suara tidak akan menghasilkan harmoni apabila hanya satu atau sebagian suara yang bernyanyi. Harmoni tercipta ketika seluruh jenis suara, seperti sopran, tenor, bass, dan suara lainnya, menjalankan perannya secara bersama-sama.

Filosofi tersebut, lanjut Bodewin, sejalan dengan kehidupan masyarakat Kota Ambon yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan latar belakang.

“Pembangunan Kota Ambon juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan dapat menjadi kekuatan apabila setiap pihak mampu menjalankan perannya dengan baik,” demikian Walikota.

Diketahui, Raker XII LPPD Kota Ambon sedianya dilaksanakan awal 2025. Namun alami penundaan karena adanya perubahan waktu dan lokasi gelaran Pesparawi XI tingkat Provinsi Maluku.

Lokasi pelaksanaan yang sebelumnya ditetapkan di Dobo Kepulauan Aru, kemudian dialihkan ke Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dan bergeser lagi ke Kota Ambon karena harus menerima lisensi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kondisi tersebut membuat waktu persiapan kontingen Pesparawi Kota Ambon menjadi sangat terbatas. Akibatnya, Raker XII LPPD tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal dan baru digelar pada 2026.

Meski demikian, Raker XII tetap membahas laporan pelaksanaan kegiatan tahun 2025 dan 2026, sekaligus menjadi ruang untuk mengevaluasi berbagai program dan menyusun langkah organisasi ke depan.

Disela Raker, Walikota memberikan penghargaan kepada peserta Kontingen Pesparawi Provinsi Maluku asal Kota Ambon yang telah mengikuti Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat, pada Juni 2026.

“Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah membawa nama Ambon di ajang tersebut. Saudara banggakan pemerintah dan masyarakat Kota Ambon. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para peserta dan pengurus LPPD untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” pungkas Bodewin. (NS-02)

Views: 12
Facebook
WhatsApp
Email