
Saumlaki,Nunusaku.id,- Polres Kepulauan Tanimbar, Tim SAR gabungan Sat Polairud Polres Tanimbar bersama Basarnas sampai saat ini masih melakukan pencarian terhadap 7 orang warga Desa Wowonda yang menaiki perahu ketinting.
Ke-7 penumpang itu hilang kontak di Perairan Pulau Dua, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar usai pulang merayakan ulang tahun (Ultah) salah satu korban di Pantai Cinta Kasih Desa Tumbur.
Kasat Polairud Polres Tanimbar Ipda A. Mikini menjelaskan, upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan (Polairud dan Basarnas) telah memasuki hari ketujuh terhitung sejak tanggal 14 Maret hingga 20 Maret 2024.
Tujuh penumpang perahu Ketinting yang hilang kontak dari Desa Tumbur ke Wowonda diantaranya 3 (tiga) orang dewasa, Yohanes Salwey (26), Yufita Takndare (22), Jermias Takndare (40).
Serta 4 (empat) orang berusia remaja Alowisya Matrutty (14), Norberta Sakliresi (14), Defota Salken (14) dan Kristina Sakliresi (14).
“Satu orang korban, Jermias Takndare dikabarkan telah meninggal dunia saat masih berada di atas perahu di tengah lautan. Itu diketahui lewat komunikasi salah satu korban hilang dengan keluarga,” jelas Mikini.
Satuan Polairud Polres Tanimbar bersama dua personel Tim Rescue Basarnas Tanimbar yang pasca kejadian mendapat informasi hilangnya perahu ketinting dan penumpang langsung melakukan langkah-langkah pencarian.
Lokasi pencarian pada perairan Laut Pulau Dua hingga Perairan Pulau Yamdena sebelah Utara menggunakan Armada KP. 2009 milik Sat Polairud Polres Tanimbar dengan kondisi cuaca hujan ringan, ombak mencapai 3 sampai 5 Meter, angin pancaroba hujan sedang (udara lembab) dan jarak Jarak Pandang 1 Mill.
“Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan (Polair dan Basarnas), hingga saat ini masih belum membuahkan hasil” jelas IPDA Mikini.
Selain upaya pencarian Tim SAR gabungan, kata Mikini, pihaknya juga turut meminta bantuan kapal-kapal Perikanan yang melintas di sepanjang pulau Yamdena bagian Timur agar melakukan pemantauan di sepanjang jalur Pelayaran yang dilalui.
“Harapan kami agar para korban segera ditemukan dengan selamat, sehingga dapat pulang dan bertemu kembali dengan keluarga” tutupnya.
Diketahui, kejadian tersebut berawal pada Rabu 13 Maret 2024, sekitar Pukul 15.00 WIT, para korban ke Pantai Tumbur, Kecamatan Wertamrian untuk piknik dengan perahu ketinting.
Warga Tumbur sempat diajak bersama-sama ikut ke lokasi Pantai Cinta Kasih di Desa Tumbur untuk merayakan ulang tahun salah satu korban, Yohanes.
Malamnya, para korban pamit ke warga Tumbur untuk kembali ke Desa Wowonda. Saat itu ayah salah satu korban sempat meminta via handphone agar para korban jangan dulu kembali, karena sudah malam dan cuaca laut tidak bersahabat.
Permintaan itu diabaikan. Salah satu korban Jermias Takndare bersikeras harus tetap pulang ke Wowonda karena ada beberapa anak yang harus ujian sekolah besok hari.
Besok paginya, Kamis 14 Maret 2024, pesan suara WhatsApp dikirim korban Jermias ke salah satu warga Wowonda agar diteruskan kepada orang tuanya supaya datang menjemput, sebab bodi perahu mereka sudah hanyut sampai di depan Pulau Dua antara Desa Lorulun dan Desa Atubul, Kecamatan Wertamrian.
Selepas pesan diterima, siangnya pemerintah Desa Wowonda bersama warga langsung melakukan pencarian dengan empat perahu longboat. Warga Desa Tumbur juga ikut mencari dengan dua perahu ketinting dengan tujuan sekitar perairan Pulau Dua, Desa Lorulun.
Namun saat itu cuaca alam buruk akibat kondisi angin kencang serta laut bergelombang. Pencarian tidak membuahkan hasil.
Salah satu korban Yohanis Salwey sempat informasikan ke warga bahwa posisi mereka berada di perairan di depan Pulau Dua Desa Lorulun, karena sementara alami kerusakan pada as mesin ketinting yang patah, sehingga perahu terbawa arus dan angin dari pantai Tumbur hingga ke perairan Pulau Dua.
Akan tetapi buruknya cuaca beberapa hari terakhir, menyulitkan pencarian para korban oleh pemerintah desa dan warga. (NS)

