Usai Dialog Redam Konflik, Kapolda, Rektor Unpatti & Toga Jenguk Mahasiswa Korban Penikaman
IMG-20260301-WA0123

AMBON,Nunusaku.id,- Kapolda Maluku Dadang Hartanto menjenguk langsung mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura yang menjadi korban penikaman, Datuk Letsoin, di RSUP dr. Johanes Leimena, Sabtu (28/2) malam.

Kehadiran Kapolda di Leimena usai menggelar pertemuan bersama pimpinan universitas dan unsur terkait sebagai langkah antisipatif meredam potensi eskalasi konflik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan akademik.

Bersama dalam kunjungan itu, Rektor Universitas Pattimura, para tokoh agama (Toga) yaitu Ketua MUI Maluku dan Wakil Ketua I Sinode GPM, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kapolsek Teluk Ambon, serta perwakilan OKP Cipayung Plus dan DPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti.

Kehadiran keluarga korban menambah suasana kebersamaan dan solidaritas lintas elemen.

Dalam suasana penuh empati, Kapolda menyampaikan rasa prihatin yang mendalam serta doa agar korban segera pulih dan dapat kembali melanjutkan aktivitas akademiknya.

Ia menegaskan, penanganan perkara ini tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga aspek kemanusiaan dan perlindungan hak korban.

“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang bertanggungjawab memastikan hak korban terlindungi,” jelas Dadang.

Dirinya memastikan, proses hukum terhadap pelaku akan ditangani secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kapolda juga mengimbau seluruh mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat luas untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memecah persatuan dan mengganggu situasi kondusif di lingkungan kampus.

“Kampus adalah ruang intelektual, bukan arena kekerasan. Mari jaga ketenangan, kedewasaan, dan percayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor Unpatti Freddy Leiwakabessy menegaskan komitmennya memberi pendampingan penuh kepada korban serta terus berkoordinasi dengan kepolisian guna mendukung proses hukum dan menjaga iklim akademik yang aman dan kondusif.

Para tokoh agama yang hadir juga menyerukan pesan damai, mengajak seluruh mahasiswa menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi, dan penyelesaian masalah melalui dialog serta jalur hukum yang beradab.

Seluruh pihak sepakat, peristiwa penikaman ini tindak kriminal individual dan tidak mencerminkan konflik antar organisasi mahasiswa maupun antar umat beragama.

Langkah cepat dan humanis Kapolda menjenguk korban penikaman mahasiswa mencerminkan kehadiran negara yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Ditengah dinamika kampus dan kerawanan eskalasi emosi pasca kejadian, pendekatan dialogis dan kolaboratif antara kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan menjadi kunci utama menjaga stabilitas sosial.

Kunjungan tersebut menegaskan kehadiran negara dalam menjamin hak korban atas perlindungan, pemulihan, dan keadilan, sekaligus memastikan lingkungan kampus tetap menjadi ruang aman bagi dunia pendidikan tinggi. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email