
AMBON,Nunusaku.id,- Setelah kurang lebih dua pekan berjuang membawa aspirasi masyarakat di Ibukota Jakarta, berjumpa jajaran Menteri atau Wakil Menteri Kabinet Merah Putih “par Maluku pung bae”, Gubernur Hendrik Lewerissa (HL) kembali ke bumi Raja-raja.
Satu jam sudah cukup sekadar melepas penat. Sebab tak ada waktu untuk berleha-leha, atau bahkan menarik “rem”. Karena yang ada hanya “gaspoll”, dalam semangat “LAWAMENA; maju pantang mundur”.
Tanpa acara formal setibanya, Gubernur HL langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku yang berlokasi di kawasan Karang Panjang Ambon, Selasa (15/7).
Hanya ditemani Asisten I Setda Maluku, Djalaludin Salampesy, Gubernur berkeliling melihat dari dekat kondisi tiap ruangan dan lingkungan dalam dan luar kantor, sesekali berbincang ringan dengan jajaran Dinkes soal penataan.
Kebersihan jadi atensi serius orang nomor satu di Maluku, selain pelayanan dan disiplin pegawai. “Sebagai Gubernur, beta merasa wajib melihat langsung kondisi OPD-OPD kita di lapangan,” tandas Lewerissa saat tatap muka dengan Kadis dan pegawai Dinkes Maluku usai Sidak.
Diakui Gubernur, dirinya telah melakukan kunjungan dadakan ke beberapa OPD. Hari ini Dinkes mendapat giliran sidak. Dan benar saja, masalah kebersihan jadi sorotan utamanya. Hal substansial menyusul setelah itu.
“Biasanya beta lebih fokus hal-hal substansi urutan kedua. Tapi yang mengemuka itu soal kebersihan. Itu sudah karakter lahiriah. Kadang misalnya datang di satu tempat, beta cek toiletnya. Kalau bersih maka bisa beta simpulkan itu tempat bersih,” ungkapnya.
Sehingga tambah Lewerissa, dirinya bukan tipikal pemimpin yang ketika berkunjung, langsung melakukan rapat formal. Namun penting didahului dengan berkeliling sekilas melihat lingkungan atau observasi.
“Dan ditemukan di kantor Dinkes ini, minta maaf pa Kadis, seng talalu bersih. Kaca-kacanya seng talalu bersih. Halaman belakang kantor kurang rapih. Sebagian saja rapi. Lantai bersih oklah,” jelas Gubernur.
Padahal menurut Gubernur, Dinas Kesehatan mestinya harus menjadi icon bagi OPD yang gedung, ruangan dan halamannya bersih, bukan sebaliknya.
“Namanya Dinas Kesehatan maka harus lingkungan, gedung, ruangan harus bersih dan sehat. Agar masyarakat yang berkunjung, dilayani juga nyaman, pegawai yang melayani pun demikian,” demikian Lewerissa.
Di kesempatan itu, Gubernur HL juga berkesempatan melakukan dialog langsung dengan para pegawai Dinkes Maluku terkait pelayanan dan masalah-masalah faktual yang dihadapi saat ini. Banyak informasi diperoleh





