
AMBON,NUNUSAKU.ID,– Dari 5.846 mahasiswa yang dinyatakan lulus dan diterima di Universitas Pattimura (Unpatti) tahun akademik 2026/2027 ini, sebanyak 5.592 peserta mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Diantaranya 200 peserta mengikuti pembukaan secara langsung. Sementara 5.392 peserta lainnya mengikuti melalui Zoom dan kanal YouTube live streaming. Ini merupakan kali pertama bagi Unpatti menerapkan dua skema PKKMB.
Adapun peserta PKKMB tersebar di sembilan fakultas dan PSDKU. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi fakultas dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.454 orang.
Rinciannya yakni Fakultas Hukum 587 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 570 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 848 orang, Fakultas Pertanian 204 orang, Fakultas Teknik 705 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 133 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 589 orang, Fakultas Kedokteran 207 orang, serta PSDKU 295 orang.
Selain mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, sekitar 1.000 mahasiswa dari tahun sebelumnya yang belum mengikuti atau belum lulus proses PKKMB juga turut mengikuti kegiatan secara daring melalui zoom.
Rektor Unpatti, Prof. Fredy Leiwakabessy didampingi Wakil Rektor III, Dr. Nur Aida Kubangun, Ketua Panitia PKKMB, Nil Maitimu, serta Plt. Kepala Biro Akademik, Lussi R. Loppies berkesempatan membuka PKKMB tahun akademik 2026/2027 di Aula Lantai 2 Gedung Rektorat Unpatti, Kamis (27/8).
Pembukaan PKKMB yang ditandai dengan pemukulan tifa itu dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, mulai 27 Agustus hingga 7 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Fredy menitipkan empat hal kepada mahasiswa baru sebagai bekal memasuki mekanisme pembelajaran di perguruan tinggi.
“Pertama, harus punya motivasi yang kuat untuk bisa belajar menempuh pendidikan. Kedua, kejarlah informasi seluas mungkin sehingga informasi yang terbuka saat ini bisa Anda kuasai. Ketiga, harus bisa berkompetisi, dan keempat, harus punya strategi belajar yang baik,” ujar Fredy.
Fredy mengingatkan mahasiswa baru, bahwa kehidupan di perguruan tinggi berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya. Mahasiswa memiliki tingkat independensi yang lebih tinggi dan kebebasan dalam menentukan langkah selama menjalani proses pendidikan.
Menurut dia, dosen hanya berperan memberikan bimbingan, arahan, dan pendidikan. Sementara keberhasilan mahasiswa sangat ditentukan oleh usaha masing-masing.
“Dosen akan membimbing, dosen akan mengarahkan, dosen akan mendidik, tetapi yang menentukan keberhasilan Anda adalah Anda sendiri,” tegasnya.
Dikatakan, Unpatti menerima 5.846 mahasiswa program sarjana untuk tahun akademik 2026/2027. Mereka diterima melalui sejumlah jalur seleksi, mulai dari jalur prestasi, UTBK-SNBT, hingga seleksi mandiri, termasuk jalur mandiri tertulis dan RPL dengan nilai UTBK-SNBT.
Para mahasiswa tersebut akan menempuh pendidikan di sembilan fakultas. Selain itu, Unpatti menerima sekitar 400 mahasiswa program pascasarjana.
“Sehingga kurang lebih Universitas Pattimura tahun akademik 2026/2027 ini, baik jenjang S1, S2, dan S3, menerima kurang lebih 6.000-an mahasiswa,” kata Fredy.
Besarnya jumlah mahasiswa baru membuat Unpatti tidak dapat melaksanakan seluruh rangkaian pembukaan secara tatap muka dalam satu ruangan.
Fredy mengatakan, tidak ada gedung di Unpatti yang mampu menampung hingga 5.000 mahasiswa sekaligus. Auditorium Unpatti, misalnya, hanya mampu menampung sekitar 3.000 orang jika balkon dan lantai satu digunakan.
Karena itu, PKKMB tahun ini dilaksanakan dengan sistem hybrid yang memadukan kegiatan luring dan daring.
“Mari mengikuti kegiatan ini dengan baik, apakah yang hadir langsung melalui luring maupun secara daring. Kita akhirnya menempuh dua cara atau hybrid learning antara daring dan luring,” ujarnya.
Ketua Panitia PKKMB, Nil Maitimu
menambahkan, kegiatan tersebut perlu direncanakan secara matang agar menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memperoleh informasi mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi.
Informasi yang diberikan tidak hanya berkaitan bidang akademik, tetapi juga nonakademik. Mahasiswa diharapkan dapat mengenali berbagai hal yang berpotensi menjadi hambatan selama menjalani kehidupan kampus.
“PKKMB juga diharapkan dapat menjadi penyadaran akan adanya hal-hal yang dapat menghambat kehidupan mahasiswa baru,” katanya.
Menurut dia, perkembangan era digital juga menjadi tantangan sekaligus peluang dalam proses pendidikan mahasiswa.
“Tantangan dan peluang untuk menciptakan efektivitas mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan dan berbagai kegiatan kemahasiswaan,” pungkas Maitimu. (NS)



