
AMBON,Nunusaku.id,- Hari terakhir kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) Maluku, calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut 3, Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath mendatangi dua titik terakhir untuk dikunci yaitu Negeri Tial dan Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (23/11) malam.
Khusus di Tulehu, walau malam hari, namun antusias masyarakat akan hadirnya pasangan dengan jargon LAWAMENA itu tak terbendung, sama dengan titik lainnya di jazirah Leihitu dan Leihitu Barat.
Perempuan, laki-laki, tua dan muda tumpah ruah menyatu di dalam Negeri setempat. Mereka ingin mendengar langsung semangat perubahan par Maluku pung bae yang diusung LAWAMENA lima tahun kedepan.
“Sama seperti tempat lain, beta bersyukur dan sukacita mendapat sambutan luar biasa di Tulehu. Beta merasa telah jadi bagian dari Negeri ini karena senafas, yaitu ingin perubahan Maluku jauh lebih baik,” akui HL.
Di depan masyarakat, Hendrik mengaku rela tinggalkan kenyamanan anggota DPR-RI hanya untuk mau menyatu dan menjadi pelayan masyarakat.
Sebab kondisi Maluku sedang tidak baik-baik saja. Padahal tanah ini kaya akan sumberdaya alam (SDA), namun kurang diperhatikan pemerintah, menjadi provinsi termiskin keempat di Indonesia.
“Maluku tidak pantas menjadi negeri termiskin di Indonesia, ditengah kekayaan SDA yang melimpah. Katong tidak bisa bangga dengan itu, selama rakyat masih miskin, tertinggal dan pemuda masih nganggur,” jelasnya.
Maluku hari ini dan kedepan, akui HL, sapaan akrab Lewerissa, butuh pemimpin yang bisa mengurus kekayaan ini dengan baik demi kemaslahatan rakyat. LAWAMENA pun telah komitmen untuk mewakafkan diri layani masyarakat Maluku.
“Kalau negeri ini punya pemimpin yang baik, amanah, bertanggungjawab, mau bekerja keras, masuk kantor pagi pulang sore, setelah tugas kantor blusukan ke lapangan, bersungguh sungguh bagi kemajuan daerah ini dan kesejahteraan rakyat, mestinya masalah di kesehatan misalnya harus teratasi,” akunya.
Kedepannya jika Tuhan kehendaki lewat dukungan masyarakat dia dan Vanath menjadi Gubernur-Wagub Maluku, Lewerissa pastikan persoalan kekurangan obat, tenaga medis minim, sarana prasarana kesehatan serta kesejahteraan tenaga medis di RS milik pemerintah tidak akan terjadi.
“Beta pastikan beta akan cek langsung ke lapangan. Tidak hanya asal bapak senang alias ABS. Sebab kesehatan merupakan hal mendasar di masyarakat dan beta tahu di Tulehu dan sekitarnya juga merasakan yang sama,” tegasnya.

Selain kesehatan, dia juga prihatin akan kondisi pendidikan di Maluku saat ini yang terpuruk, kualitas pendidikannya. Maluku kalah bersaing dengan anak-anak dari daerah luar.
Fakta itu terjadi, manakala hari ini ada banyak sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga guru di Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, di Buru dan Kabupaten/Kota lain . Ada sekolah yang satu guru mengajar 3-4 kelas sama seperti peristiwa tahun 60-an yang lalu.
“Bagaimana bisa kita membuat sumber daya manusia Maluku menjadi unggul kalau sekolahnya cuma 1 guru mengajar 2-4 kelas?. Bagaimana mungkin itu terjadi. Kalau beta jadi Gubernur masalah kekurangan tenaga pengajar/tenaga pendidik/tenaga guru ini harus kita atasi, ada banyak cara, ada banyak jalan keluar harus kita buat,” terangnya.
Kondisi kesehatan dan pendidikan itu menjadi contoh nyata dari sekian banyak masalah yang kompleks terjadi di Maluku, disamping persoalan infrastruktur jalan, talud, jembatan, akses transportasi hingga listrik.
Lewerissa pun tegaskan, ada banyak program yang pasangan LAWAMENA siapkan, tidak muluk-muluk. Misalnya jika teridentifikasi di satu desa masalahnya air bersih maka harus pastikan air bersih masuk dan terlayani ke masyarakat.
Juga kalau tahu di desa itu hancur karena tidak ada talud, maka diupayakan agar talud dibangun. Demikian pula infrastruktur jalan, jembatan rusak, maka pastikan itu harus diperbaiki. Sebab itu merupakan tanggungjawab negara lewat pemerintah provinsi yang tidak boleh terabaikan.
“Semua itu dapat dilakukan karena ini uang negara/daerah. Yang diperlukan dari seorang pemimpin hanya merencanakan, bicarakan anggarannya dengan DPRD, kalau tidak cukup menghadap Presiden langsung. Pak Prabowo Presiden Indonesia merupakan pimpinan partai saya dan yang berikan perintah bangun Maluku,” urainya.
Jika pemerintah pusat bisa menaruh perhatian lebih kepada Maluku, Lewerissa yakin bersama Abdullah Vanath dan seluruh elemen akan mampu membawa Negeri ini keluar dari keterpurukan dan bisa mengejar ketertinggalan.
“Sudah terlalu lama kita tertunduk sebagai orang Maluku. Saatnya Maluku yang kaya SDA, kedepan harus angkat muka, dan tegap berdiri maju, keluar dari kemiskinan dan ketertinggalan. LAWAMENA siap jadi pelayan rakyat untuk merubah semua itu,” kuncinya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PPP Maluku, Rovik Afifudin meyakini, kandidat calon Gubernur-Wakil Gubernur (Wagub) Maluku nomor urut 3, Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath yang didukung pihaknya akan keluar sebagai pemenang Pilkada Maluku 2024.
“Insya Allah tanggal 27 November, sudah ada Gubernur Maluku baru. Sebab katong bajalang dari kampong ka kampong, antuasias masyarakat luar biasa, mereka inginkan Gubernur baru. Sama seperti di Tulehu ini,” ungkapnya.
Keinginan masyarakat ini akuinya, menjadi tanda-tanda LAWAMENA akan menangkan pertarungan. Apalagi di hari-hari terakhir kampanye, arah angin berubah. Dimana pasangan LAWAMENA lagi gencarnya diserang lawan dengan isu agama oleh lawan.
“Itu tanda mereka sudah takut. Karena semakin hari dukungan masyarakat semakin kuat. Ini langkah dan kesempatan yang tepat untuk membuat Maluku semakin baik kedepan, keluar dari keterpurukan. Sebab Maluku saat ini sedang tidak baik-baik saja,” tegas anggota DPRD Maluku itu.
Rovik tegaskan, untuk merubah dan perbaiki Maluku menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk masyarakat. Dan terpenting, bumi Raja-raja harus punya pemimpin yang kaya imajinasi dan inovasi dan itu hanya ada di seorang Hendrik Lewerissa, kolaborasi dengan Abdullah Vanath, yang sama-sama punya pengalaman.
“Gubernur ini kapal induk. Kekuasaan bisa kita pegang untuk menjaga dan keluarkan Maluku dari kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. Saya yakin, pa Hendrik dibantu pa Vanath yang sama-sama punya pengalaman, mampu emban amanah rakyat Maluku,” akunya. (NS)



