Transaksi QRIS di Maluku Melonjak 629,8 Persen, Deputi Gubernur BI Dorong UMKM Naik Kelas
IMG-20261009-WA0013

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Bank Indonesia (BI) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Maluku untuk memperkuat digitalisasi, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperluas jangkauan pasar hingga tingkat global.

Komitmen tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono secara virtual pada kegiatan Maluku Manggurebe 2026, Jum’at (9/10).

Thomas mengungkapkan, digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menunjukkan perkembangan signifikan di Maluku.

Dimana hingga Agustus 2026, volume transaksi QRIS di provinsi tersebut tercatat tumbuh 629,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi digital UMKM.

“Digitalisasi tidak boleh berhenti pada kemudahan transaksi pembayaran, tetapi harus menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok yang terintegrasi dan memperkuat hubungan antarpelaku usaha,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Thomas menyampaikan tiga pesan utama untuk mendorong UMKM Maluku semakin berkembang dan berdaya saing.

Pertama, mengubah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.

Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi daerah. Potensi tersebut meliputi hasil perikanan, rempah-rempah seperti pala dan cengkeh, kelapa, hasil pertambangan, serta berbagai produk kerajinan berbasis tradisi lokal.

Kekayaan budaya, termasuk beragam tradisi tenun dari daerah-daerah di Maluku, juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

“Pengembangan potensi tersebut perlu didukung rantai pasok yang terintegrasi sehingga produk lokal tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi,” tandas mantan Wamenkeu itu.

Kedua, mempercepat digitalisasi UMKM.

Thomas menyebut, digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat hubungan antara pelaku usaha dan konsumen.

Bank Indonesia, lanjutnya, akan terus mendorong penggunaan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui QRIS.

Dalam rangka memperluas pemahaman masyarakat mengenai transaksi digital, BI juga menghadirkan edukasi, permainan interaktif, dan pengalaman menggunakan QRIS melalui stan Bank Indonesia pada kegiatan Maluku Mambureve 2026.

“Selain mendukung digitalisasi UMKM, Bank Indonesia berkomitmen membantu pemerintah daerah memperluas elektronifikasi transaksi pemerintahan guna mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.

Ketiga, memperkuat UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.

Bank Indonesia terus mendukung pengembangan UMKM melalui pendekatan korporatisasi, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan.

Dukungan tersebut dijalankan melalui program unggulan yang mencakup UMKM potensial, UMKM digital, dan UMKM berorientasi ekspor.

Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kemampuan pelaku usaha, membuka akses pembiayaan yang lebih luas, serta membangun rantai pasok berkelanjutan agar produk UMKM mampu bersaing di pasar global.

“Keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah se-Maluku, Forkopimda, instansi vertikal, pelaku usaha, asosiasi perbankan, serta mitra kerja yang telah mendukung penyelenggaraan Maluku Manggurebe 2026,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar dukungan terhadap UMKM berjalan konsisten dan menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Menutup sambutannya, Thomas mengajak masyarakat untuk meramaikan Maluku Mambureve 2026 sekaligus mendukung pelaku usaha lokal dengan membeli dan menggunakan produk-produk buatan Maluku.

“Semoga kegiatan tersebut menjadi momentum bagi semakin banyak UMKM di Maluku untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai tambah produk sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan penguatan digitalisasi, peningkatan kapasitas usaha, dan kolaborasi lintas sektor, UMKM di Maluku diharapkan semakin mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam event Maluku Manggurebe 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Pattimura Park Ambon, sebanyak 60 tenant UMKM binaan Bank Indonesia dihadirkan bersama insan perbankan dan instansi pemerintah. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email