TP-PKK Maluku Potensi Jadi Role Model Nasional Pengembangan Desa Wisata
IMG-20251216-WA0181

JAKARTA,Nunusaku.id,- Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa menyambangi Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Florida Pardosi.

Kedatangan isteri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa itu dalam rangka menyampaikan program-program PKK untuk pengembangan pariwisata.

Florida mengapresiasi kehadiran langsung Ketua TP-PKK Maluku yang dinilainya menunjukkan komitmen kuat daerah dalam membangun pariwisata secara kolaboratif.

Karena itu dia menilai, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Maluku berpotensi menjadi role model nasional dalam pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya desa wisata.

“Kami memberi apresiasi tinggi kepada pemerintah daerah, khususnya Ketua TP-PKK Maluku, yang hadir langsung dan menjelaskan program PKK untuk pengembangan pariwisata,” ujarnya saat menerima audiensi Ketua TP-PKK Maluku di Gedung Sapta Pesona-Kemenpar, Selasa (16/12/25).

Menurutnya, peran PKK tidak sekadar pendukung, melainkan mitra strategis dalam pengembangan pariwisata hingga ke tingkat kabupaten/kota dan desa.

“Ini bukan hanya kontribusi PKK terhadap pariwisata, tetapi PKK menjadi mitra strategis untuk mengembangkan pariwisata sampai ke kabupaten/kota bahkan desa-desa di Maluku,” tegasnya.

Florida menilai isu desa wisata yang diangkat TP-PKK Maluku sangat relevan, terutama dalam menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.

Ia menekankan, Ketua TP-PKK Maluku dapat berperan sebagai pendamping desa wisata, bukan hanya menjalankan program, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Program ini perlu dibuat lebih komprehensif agar dapat diaplikasikan kembali dan menjadi model pengembangan pariwisata di Maluku. PKK Maluku bahkan bisa menjadi role model pertama dalam mengaplikasikan dan menyebarluaskan program pengembangan pariwisata,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan desa wisata harus selalu libatkan kelembagaan yang ada di desa, salah satunya PKK, sehingga ibu-ibu PKK dapat menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata.

Sebab baginya, pariwisata adalah milik bersama, bukan hanya pemerintah pusat atau daerah.

“Pariwisata bukan hanya milik pusat, bukan hanya pemerintah provinsi atau kabupaten/kota, tetapi pariwisata milik semua. Kami berharap ibu-ibu PKK di daerah bisa menjadi perpanjangan tangan kami dalam pengembangan pariwisata,” pungkasnya.

Sementara, Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa mengaku terkesan dengan pertemuan tersebut dan banyak mendapatkan gambaran strategis terkait pengembangan pariwisata di Maluku.

“Kesan saya pertemuan dengan Ibu Florida sangat mengagumkan, karena beliau menjelaskan berbagai program pariwisata yang bisa kita kembangkan di Maluku,” ungkap Maya.

Meskipun ditengah kebijakan efisiensi, Lewerissa mengaku, sektor pariwisata Maluku tetap hidup dan menunjukkan geliat positif.

“Walau sekarang ada efisiensi, pariwisata di Maluku tidak mati. Buktinya, wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal masih banyak datang. Ini menunjukkan pariwisata kita tetap bergerak,” ujarnya.

Karena itu, kehadiran TP-PKK Maluku ke Kementerian Pariwisata, lanjut Maya, bertujuan untuk memahami program kementerian sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam membangun Maluku.

“Kedatangan PKK Maluku ke Kementerian Pariwisata untuk mengetahui program-program yang ada dan bagaimana kita bisa berkolaborasi membangun Maluku par Maluku pung bae,” tegasnya.

Audiensi itu menjadi langkah awal penguatan sinergi antara TP-PKK Maluku dan Kemenpar RI, dengan harapan Maluku mampu menjadi contoh pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. (NS)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email