TMMD ke-130 Kodim Ambon Sasar Seri, Puluhan Sembako Disalurkan ke Warga Kurang Mampu
IMG-20261013-WA0027

AMBON,NUNUSAKU.ID,— TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon tahun anggaran 2026 kembali digelar dan kali ini dipusatkan di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Selasa (13/10/26).

Kegiatan yang berlangsung hingga 11 November 2026 tersebut mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.

Program ini menjadi wujud sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pembukaan TMMD ke-130 oleh Walikota Ambon Bodewin Wattimena itu dirangkaikan dengan penyerahan 50 paket sembako kepada masyarakat warga kurang mampu, janda, dan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat di wilayah pelaksanaan kegiatan.

Walikota menegaskan, pembangunan tidak dapat dilaksanakan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi, semangat gotong royong, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kehadiran TMMD bukan hanya memperkuat ketahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup warga.

“Pembangunan membutuhkan sinergi, gotong royong, dan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Melalui TMMD, kita ingin memastikan bahwa tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan,” tegas Wattimena.

Ia mengatakan, negeri, desa, kelurahan, dan seluruh lingkungan masyarakat jadi fondasi penting bagi kemajuan daerah. Karena itu, pelaksanaan TMMD diharapkan mampu mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke wilayah pelosok.

Pada pelaksanaan TMMD Ke-130 kali ini, Kodim 1504/Ambon menetapkan sejumlah sasaran fisik yang diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas lingkungan, ketersediaan air bersih, serta kelayakan tempat tinggal masyarakat.

Sasaran tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan pertama sepanjang 346 meter dan jalan lingkungan kedua sepanjang 126 meter, pembuatan saluran drainase sepanjang 30 meter, pembangunan jembatan lingkungan sepanjang tujuh meter, serta pembangunan talud sepanjang 20 meter.

Selain itu, program ini mencakup pipanisasi dan pembangunan reservoir air di tiga titik, pembangunan satu unit mandi, cuci, kakus (MCK), rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta penanaman 1.000 pohon.

Walikota menjelaskan, pembangunan jalan lingkungan dan jembatan akan membantu memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mempermudah akses terhadap pelayanan publik dan mendukung aktivitas ekonomi warga.

Sementara itu, pembangunan talud dan drainase diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kawasan permukiman, sedangkan penyediaan fasilitas MCK mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

“Program rehabilitasi rumah tidak layak huni juga diharapkan membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan layak,” tegasnya.

Dari sejumlah sasaran fisik tersebut, Wattimena memberi perhatian khusus terhadap pembangunan jaringan pipanisasi dan reservoir air. Menurutnya, penyediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, terlebih ditengah kondisi kemarau panjang yang meningkatkan risiko kekeringan.

Di kesempatan yang sama ia kembali menegaskan, fenomena El Niño turut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan, yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penurunan debit air bersih, kata dia, menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, pembangunan jaringan pipanisasi dan reservoir air melalui TMMD dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan berkepanjangan.

“Infrastruktur air bersih bukan hanya hasil pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kekeringan,” tandas Walikota.

Ia berharap, pembangunan fasilitas air bersih tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menyoroti persoalan air bersih, Wali Kota Ambon turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kebakaran tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil karena dampaknya dapat meluas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga penurunan kualitas udara yang berisiko mengganggu kesehatan masyarakat.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil, menjadi pihak yang perlu mendapat perhatian khusus ketika kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran.

“Saya minta masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kawasan rawan kebakaran, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran,” jelasnya.

Ia juga mengajak prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko lingkungan.

Menurutnya, semangat gotong royong yang dibangun melalui TMMD harus menjadi kekuatan bersama dalam menjaga lingkungan dan mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, TMMD Ke-130 Kodim 1504/Ambon juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh aspek pengetahuan, kesehatan, ketahanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan perikanan, penyuluhan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), penyuluhan tanggap bencana, penyuluhan lingkungan hidup, serta edukasi mengenai pencegahan stunting.

Program lainnya mencakup penyuluhan posyandu dan posbindu penyakit tidak menular (PTM), serta pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan.

“Pembangunan yang baik tidak cukup hanya hadirkan infrastruktur, tetapi juga harus membentuk masyarakat yang berpengetahuan, sehat, tangguh, dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Ia menilai, keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari jumlah sasaran fisik yang diselesaikan atau terlaksananya kegiatan sesuai jadwal, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat serta kemampuan mereka memelihara hasil pembangunan dalam jangka panjang.

Pelaksanaan TMMD Ke-130 Kodim 1504/Ambon melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran TNI, pemerintah daerah, kepolisian, tim teknis, tenaga kesehatan, hingga masyarakat setempat.

Kekuatan personel Satuan Setingkat Peleton (SST) yang ikut terlibat, terdiri dari personel TNI Angkat Laut, personel TNI Angkatan Udara, personel Denzipur 5/CMG, personel Denkav 5/BAC, personel Yon TP 865/SM, Personel Yon TP 821/SB, dan personel Brimobda Maluku.

Selain itu, terdapat kelompok komando, tim asistensi, tim kesehatan lapangan, serta tim teknis konsultan empat orang, serta dukungan masyarakat di Kecamatan Nusaniwe juga dalam membantu pelaksanaan kegiatan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Apresiasi kepada jajaran Kodim 1504/Ambon beserta seluruh prajurit yang terlibat dalam TMMD. Kepada seluruh perangkat daerah, pemerintah Kecamatan, Pemerintah Negeri dan Dusun serta masyarakat agar mendukung setiap tahapan kegiatan sesuai tugas dan tanggungjawab masing-masing,” pungkas Walikota.

Ia menekankan pentingnya keselamatan kerja, kualitas pembangunan, koordinasi, dan komunikasi yang baik antara seluruh pihak agar setiap sasaran dapat diselesaikan secara optimal.

Melalui pelaksanaan TMMD ke-130 ini, Pemkot Ambon berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Pembukaan TMMD yang dirangkaikan dengan penyerahan 50 paket sembako tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Dengan semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, lingkungan yang terjaga, dan pembangunan Kota Ambon yang merata hingga ke pelosok negeri. (NS-02)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email