
AMBON,Nunusaku.id,- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebih memilih jatuhkan pilihan politiknya kepada kandidat non kader, Bodewin Wattimena dan Ely Toisuta sebagai pasangan bakal calon Walikota-Wakil Walikota Ambon, ketimbang kader sendiri.
Kepastian itu didapat usai diserahkannya SK DPP PKS model BKWK Parpol nomor 645.31.10/SKEP/KWK/DPP-PKS/2024 tertanggal 19 Agustus 2024 oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu saat konsolidasi nasional (Konsolnas) calon kepala daerah-wakil kepala daerah usungan PKS di Jakarta, Selasa (20/8/24).
Bodewin-Ely menerima langsung rekomendasi SK itu. Keduanya didampingi jajaran Korwil Indonesia Timur DPP PKS, Suhfi Majid, Ketua DPW PKS Maluku Asis Sangkala, Ketua dan Sekretaris DPD PKS Kota Ambon serta anggota DPRD Kota Ambon dari PKS, Saidna Azhar bin Tahir.
Saidna yang dikonfirmasi benarkan telah adanya penyerahan SK DPP kepada Bodewin-Ely.
“Ia. Diserahkan Presiden PKS,” tandasnya via WhatsApp, Selasa malam.
Diketahui, Saidna yang satu periode legislator DPRD Kota sebelumnya juga berproses di partainya sebagai Bacalon Wakil Walikota Ambon.
Bahkan telah kembalikan berkas pencalonan dan nyatakan serius menjadi orang nomor dua di kota ini.
Menurut dia, tentu partai punya alasan yang strategis walau memang sedari awal PKS itu mendorong agar bakal calon Walikota itu bisa melirik PKS dengan salah satu syarat adalah menggandengkan kader PKS sebagai Wakil Walikota, dengan modal 2 kursi.
“Karena syarat utama untuk rekomendasi PKS itu adalah kader. Jadi kalau misalnya kader itu dicalonkan maka itu akan jadi indikator utama. Kemudian barulah hasil survei, untuk lihat elektabilitas dan popularitas,” jelasnya.
Namun menurut dia, seiring proses, tentu harus rasional dan realistis juga bahwa semua itu tergantung calon Walikota akan memilih siapa yang lebih tepat berdasarkan indikator-indikator yang dimiliki.
“Dalam hal ini pa Bodewin sudah mengkomunikasikan dengan kita secara struktural dan sempat berbicara dengan saya pribadi, beliau mohon maaf terpaksa harus memilih ibu Ely sebagai calon Wakil Walikota,” akunya.
Jadi dengan berbagai pertimbangan dan komunikasi yang terbangun tentu partai tambah Saidna, melihat untung ruginya mendukung Bodewin-Ely. Dimana partai pilih sesuai hasil survei, sebagaimana Juklak dari DPP, selain soal kader. (NS)



