Tiga Hari Tiga Malam Hanyut, Nelayan Banda Ditemukan Selamat Kapal Pesiar
IMG-20261017-WA0017

BANDA,NUNUSAKU.ID,– Setelah tiga hari tiga malam terombang-ambing di lautan akibat terjebak kabut tebal dan kehilangan arah, Usman Bugal (50), nelayan asal Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Pulau Manuk, Rabu (14/10/26).

Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Pulau Rhun itu ditemukan kapal pesiar White Manta, sekitar 67 mil laut dari lokasi awal kejadian.

Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dan membawanya kembali ke Pulau Banda.

Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, menjelaskan, operasi pencarian bermula dari laporan Fauzi Badilla, anggota keluarga korban, yang mendatangi Kantor Pos SAR Banda 14 Oktober pagi.

Fauzi menyebut, korban berangkat melaut dari Pulau Banda Besar 13 Oktober sekitar pukul 04.00 WIT menggunakan perahu katinting untuk memancing di sekitar perairan Pulau Run. Namun, hingga waktu yang dilaporkan, korban belum kembali ke rumah.

Upaya pencarian awal juga telah dilakukan seorang warga Pulau Run, Udin di sekitar perairan tersebut. Namun, hingga malam hari, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Memasuki hari kedua operasi SAR, tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, Polair Banda, TNI AL, Koramil Banda, Polsek Banda, dan masyarakat kembali dikerahkan. Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan melalui peta operasi SAR.

Ditemukan Kapal Pesiar di Pulau Manuk

Titik terang muncul sekitar pukul 09.35 WIT, ketika tim SAR gabungan menerima informasi korban telah ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal pesiar White Manta di perairan Pulau Manuk, Kabupaten Maluku Tengah.

Mengingat jarak lokasi penemuan yang mencapai kurang lebih 67 mil laut dari lokasi kejadian awal, Pos SAR Banda mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan membawa persediaan bahan bakar yang memadai untuk menjangkau lokasi dan mengevakuasi korban sebelum malam hari.

Setelah menempuh perjalanan laut yang cukup jauh, tim SAR gabungan tiba di Pulau Manuk untuk evakuasi korban dari kapal pesiar White Manta untuk selanjutnya dibawa kembali ke Pulau Banda guna diserahkan kepada pihak keluarga.

Bertahan di Perahu Selama Tiga Hari Tiga Malam

Ezau mengungkapkan, berdasarkan keterangan langsung korban, Usman kehilangan arah setelah perahunya terjebak kabut tebal di tengah laut.

Dalam situasi tersebut, korban memilih mematikan mesin perahu dan membiarkan perahunya hanyut mengikuti arus. Selama tiga hari tiga malam, ia bertahan dan beristirahat di dalam perahu hingga akhirnya terbawa arus ke perairan Pulau Manuk.

Keberadaan korban kemudian diketahui awak kapal pesiar White Manta yang berada di kawasan tersebut untuk melakukan kegiatan menyelam (diving) bersama para tamunya.

“Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas koordinasi, komunikasi, serta kerja sama selama proses pencarian hingga evakuasi korban berhasil dilaksanakan,” pungkasnya. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email