Tepat Dies Natalis ke-63, Universitas Pattimura Telorkan 1.298 Wisudawan Baru
IMG-20260423-WA0071

AMBON,Nunusaku.id,- Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon terus menorehkan catatan penting dalam sejarah akademiknya.

Kali ini bertepatan dengan momentum Dies Natalis ke-63, kampus bertajuk Hotumesse itu menelorkan 1.298 wisudawan periode April dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas yang dipimpin Ketua Senat, Prof. Dr. Tony Pariela, Kamis (23/4/26).

Momentum bersejarah ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda transformasi tata kelola pendidikan tinggi di kampus yang dikenal sebagai kampus orang basudara tersebut.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat diikuti lulusan dari Kampus Utama Ambon serta Program Studi Diuar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya (MBD), disaksikan pejabat teras nasional serta daerah.

Para lulusan terdiri dari 845 sarjana (S1) yang terdiri dari Fakultas Hukum (83), Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (88), keguruan dan Ilmu Pendidiakn (211), ekonomi dan bisnis (145), Pertanian (68), Perikanan dan Ilmu Kelautan (37), Teknik (69), Sains dan Teknologi (54), Kedokteran (25).

Selain itu, terdapat 373 lulusan profesi yang terdiri dari Keguruan dan Ilmu Pendidikan (302), Kedokteran (71), dan 75 Magister, serta 5 Doktor. Dengan rata-rata lama studi tercatat 3,6 tahun dan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,35.

Diantaranya pula terdapat 29 lulusan PSDKU Aru dan 36 lulusan PSDKU Maluku Barat Daya, yang menegaskan komitmen UNPATTI menjangkau pendidikan hingga wilayah kepulauan.

Suasana bahagia wisuda berubah menjadi hening sekaligus bangga ketika Clarissa Fransiska Lali Neka, mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian yang memperoleh IPK sempurna, 4.00 mewakili rekan-rekannya menyampaikan sambutan.

Prof. Tony Pariela dalam sambutan perdana sebagai Ketua Senat menegaskan, keberhasilan para wisudawan adalah buah dari kolaborasi banyak pihak, keluarga, dosen, dan lingkungan. Ia juga menyampaikan pesan kehidupan yang membekas bagi para lulusan.

“Hidup ini seperti roda yang berputar. Masalah tidak pernah permanen. Jangan memaksakan diri menjadi serba bisa, cukup tekuni satu bidang yang membuatmu bahagia, dan jadilah hebat di sana,” tuturnya.

“Maju terus Universitas Pattimura. Jadilah kampus orang basudara yang unggul, berkarakter, dan menjadi berkat bagi Maluku dan NKRI,” ucap Pariela.

Sementara Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd menegaskan, gelar akademik yang disematkan hari ini adalah awal dari proses belajar yang sesungguhnya ditengah masyarakat.

Ia menyoroti capaian mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dimana 32 lulusan berasal dari program tersebut dan sebagian besar berhasil meraih predikat cumlaude.

Dirinya juga menegaskan arah pengembangan Unpatti yang berpijak pada karakteristik wilayah kepulauan melalui konsep Bina Mulia Kelautan sebagai pola ilmiah pokok kampus.

“Universitas Pattimura tidak boleh menjadi institusi generik. Kita harus menjadi universitas yang berakar pada realitas kepulauan dan memberi solusi bagi bangsa maritim,” katanya.

Menurut Rektor, keunggulan Unpatti terletak pada bidang maritim, pesisir, pertanian kepulauan, kesehatan maritim, hukum adat, hingga sosial budaya kawasan timur Indonesia.

Diakuinya, Unpatti terus menunjukkan perkembangan positif, diantaranya peningkatan jumlah dosen bergelar doktor yang saat ini mencapai 35,28 persen, serta peningkatan signifikan jumlah program studi berakreditasi unggul dari 6 menjadi 16 dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, Unpatti telah membangun 59 kerja sama internasional dan ratusan kerja sama nasional lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga swasta.

“Dalam aspek tata kelola, capaian kinerja anggaran mencapai lebih dari 96 persen dan nilai kinerja institusi berada pada kategori sangat baik,” jelas Leiwakabessy.

Namun demikian, menurut Rektor, masih terdapat tantangan, terutama pada tingkat serapan lulusan ke dunia kerja yang baru mencapai sekitar 21,82 persen, di bawah target 60 persen.

“Ini menjadi peringatan sekaligus dorongan bagi kita untuk bekerja lebih keras meningkatkan kesiapan lulusan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, empat fokus utama pengembangan Unpatti kedepan, yakni peningkatan keunggulan akademik, penguatan reputasi internasional, kemandirian pendanaan, serta tata kelola yang berintegritas.

“Kami berharap pemerintah pusat dan legislatif dapat mendukung transformasi Unpatti menjadi perguruan tinggi berbadan hukum (PTNBH) pada 2027. Dukungan kebijakan dan anggaran sangat penting agar Unpatti dapat berperan sebagai pusat pengembangan ekonomi biru di kawasan Indonesia timur,” pungkasnya.

Puncak wisuda dan Dies Natalis ke-63 Unpatti ditandai dengan orasi ilmiah oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Eddy Soeparno. (NS)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email