Temuan Belatung di RM Puti Bungsu, DPRD Minta Pemkot & BPOM Ambon Seriusi
IMG_20240427_170231

AMBON,Nunusaku.id,- Temuan puluhan belatung pada makanan kotak Nasi Padang Puti Bungsu, yang viral baru-baru ini, terus memantik reaksi publik, salah satunya wakil rakyat.

Anggota DPRD Kota Ambon dua periode, Saidna Azhar Bin Tahir mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan pemerintah daerah (Pemda) Maluku dan Kota Ambon khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon.

“Kami minta hal ini diperhatikan serius oleh Pemda Kota Ambon dan BPOM. Sebab juga telah mendapat atensi pihak kepolisan Polda Maluku,” tandasnya saat dihubungi via seluler, Kamis (2/5/24).

Azhar menilai, harus ada langkah tegas dari Dinkes dan BPOM terhadap temuan tersebut. Sebab, kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi dan sangat merugikan masyarakat kota Ambon.

“Sebagai wakil rakyat, tentu kita pertanyakan fungsi pengawasan BPOM dan Dinkes. Sebab temuan belatung di nasi Padang ini sudah beberapa kali terjadi. Bahkan terjadi di rumah makan Padang berbeda. Sangat disayangkan,” sesalnya.

Politisi PKS ini menyebutkan, dengan kejadian tersebut, masyarakat kota Ambon akan merasa tidak aman jika ingin mengonsumsi nasi Padang.

Sehingga butuh peran Dinkes dan BPOM untuk bisa memastikan seluruh rumah makan Padang di kota Ambon benar-benar higienis dan bebas dari belatung, lewat operasi khusus atau sidak secara ketat.

“Masyarakat butuh peran BPOM dan dinas terkait untuk bisa memastikan warung makan nasi Padang di kota Ambon benar-benar higienis,” jelasnya.

Bila perlu menurutmya, harus ada sanksi yang diberikan, sehingga ada efek jera juga bagi para pengusaha rumah makan Padang agar tidak mengulang perbuatannya, dengan mencari keuntungan tanpa perhatikan faktor higienis dan masyarakat yang mengkonsumsi.

Persoalan ini tambahnya, akan disampaikan ke teman-teman fraksi di komisi, agar nantinya bisa memanggil Dinkes, BPOM, Disperindag hingga seluruh pengusaha rumah makan Padang di ibukota provinsi Maluku ini.

“Ini akan disampaikan ke teman-teman di komisi I dan II, untuk nanti pertanyakan persoalan ini ke mitra BPOM, Disperindag, Dinkes termasuk para pengusaha rumah makan Padang. Kita tidak ingin ada kejadian yang sama di kemudian hari,” harapnya.

Sekedar tahu, temuan puluhan belatung yang masih hidup di dalam nasi kotak Padang ini, awalnya dipesan dari Rumah Makan Padang Puti Bungsu di kota Ambon.

Temuan belatung ini bahkan masih viral di media sosial, setelah sejumlah rekan-rekan wartawan yang hendak makan nasi kotak tersebut, memposting video berdurasi 48 detik itu ke beberapa akun media sosial. (NS)

 

 

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email