Tantim Bonus Fantastis, Akal-akalan Direksi Raup Untung di Bank Maluku-Malut
1165252308p

AMBON,Nunusaku.id,- PT Bank Maluku-Malut hari ini akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) di Kota Ternate-Maluku Utara, Jum’at, 21 Maret 2025.

RUPS tersebut direncanakan memiliki dua agenda penting yaitu RUPS tahunan dan RUPS luar biasa (LB). RUPS LB nantinya bakal melakukan pembahasan pergantian para petinggi Bank plat merah milik daerah itu.

Saat ini posisi Direksi dijabat tiga orang. Yaitu Direktur utama, Syahrisal Imbar. Syahrial menjabat sejak 6 April 2021, berdasarkan surat pengangkatan dalam RUPS LB bernomor 02/RUPS-LB/PT.BPDM-MU/2021.

Direktur Pemasaran, Jetty Likur yang paling lama menempati jabatan “basah” itu. Likur merupakan pensiunan Bank Mandiri. Dia diangkat sejak 12 Desember 2019 dalam RUPS luar biasa nomor 01/RUPS-LB/PT.BPDM-MU/2019.

Ketiga, yaitu Abidin, Direkrut Kepatuhan. Terhitung hingga Maret 2025 ini, Abidin menjabat di posisinya sudah dua tahun lebih. Semenjak diangkat dalam RUPS luar biasa dengan nomor 01/RUPS-LB/PT.BPDM-MU/2022 tertanggal 27 September 2022.

Dilansir dari media Siwalima, Likur merupakan Direksi yang terkaya dibanding dua koleganya itu. Kekayaannya sesuai saat terakhir melaporkan LHKPN per 19 Maret 2024, kini berada di angka Rp 23.966.943.975 atau meningkat 12 Miliar lebih.

Saat diangkat di 2019, Likur melaporkan kekayaannya pada 30 April 2020 yaitu Rp 11.409.499.157 dan tidak memiliki hutang.

Sementara Syahrisal sebelum jadi Dirut, miliki harta kekayaan berupa tanah dan bangunan senilai Rp 6.750.000.000, alat transportasi dan mesin Rp 956 juta.

Laporan LHKPN terakhirnya pada 14 Maret 2024, kekayaan Syahrisal kini mencapai Rp 14.331.018.643 atau naik sekitar 5 Miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan Rp 10.150.000.000, alat transportasi dan mesin Rp 1.120.000.000, harta bergerak, kas dan setara kas Rp 3,4 Miliar lebih dan hutang Rp 383.285.268.

Sedangkan Abidin, kekayaannya semenjak jadi Direktur Kepatuhan “meroket” menjadi Rp 8.250.344.287, sebagaimana hasil laporan LHKPN per 18 Maret 2024.

Total kekayaan Abidin naik drastis dari yang dilaporkan dalam LHKPN per 26 Maret 2021 yaitu Rp 2.964.329.193. Terdiri dari tiga bidang tanah di tiga kota berbeda, alat transportasi dan mesin, harta bergerak, kas dan setara kas serta miliki hutang Rp 675.493.881.

Meningkat drastisnya harta kekayaan “petinggi” bank daerah itu pun timbulkan tanya. Lantaran berbanding terbalik dengan banyaknya persoalan yang mendera bank kebanggaan masyarakat Maluku dan Maluku Utara itu.

Belum lagi, berdasarkan sumber internal Bank Maluku-Malut kepada media ini menyebut, ada satu kebiasaan jajaran Direksi untuk perkaya diri mereka atau mengambil untung yang selama ini dibungkus rapi dalam RUPS, terkait agenda penetapan pembayaran Tantim bonus dan Jasa Produksi (Jasprod) kepada pegawai.

Padahal, gaji Direksi yang terbilang fantastis harusnya sudah bikin nyaman. Untuk Direktur Utama mencapai Rp 100 juta per bulan. Sedangkan Direksi lain di angka, 90 juta per bulan. Sementara Tantim bonus lazimnya diberikan berkisar 3-4 kali gaji.

Karena itu, jika dilihat pembayaran Jasprod ini adalah bentuk penghargaan kepada pegawai selama 1 tahun untuk pekerjaan yang telah dilakukan tahun lalu yang menghasilkan Laba bagi Bank Maluku-Malut.

“Pertanyaannya, mengapa BOD dan Komisaris juga harus diberikan Tantim Bonus??. Padahal penghargaan di awal Januari untuk pengurus Bank itulah bentuk apresiasi kepada mereka atas pekerjaan dan pengabdian yang telah dilakukan tahun lalu,” sebut sumber itu yang meminta namanya tidak dipublikasi, Jum’at (21/3).

Selama ini akuinya, terjadi double pembayaran kepada management dan jelas memperkaya mereka.

“Sehingga Tantim bonus kepada Direksi dan Komisaris harus di-cut off karena double pembayaran dalam 1 tahun. Mereka yang untung tiap tahun, pegawai susah. Itulah mengapa mereka agendakan itu di RUPS tahunan,” bebernya.

Menurut sumber itu lagi, jika hanya untuk pembayaran Jasprod kepada pegawai, sesungguhnya tidak perlu ditetapkan di momen RUPS.

Diakuinya, total Tantim bonus & Jasprod yang dicadangkan posisi 2024 adalah sebesar 30 Miliar untuk didapatkan direksi, Komisaris dan pegawai.

“Bayangkan kalau 3-4 kali gaji mereka untuk pembayaran Tantim bonus. Alangkah baiknya itu ditambahkan ke pegawai yang jumlahnya 700 orang pegawai. Harusnya cuma pegawai karena direksi sudah dapat di Januari 1 Miliar lebih masing-masing,” bebernya.

Terhadap fakta-fakta itu, dirinya berharap, Gubernur Maluku sebagai pemegang saham pengendali di Bank Maluku-Malut agar saatnya sekarang menghentikan praktek-praktek kotor itu.

Salah satunya dengan mengganti seluruh jajaran direksi dan komisaris dengan orang baru yang punya kapasitas dan senafas kerja dengan Gubernur agar kondisi bank daerah ini kembali sehat.

“Management harus jujur di RUPS biar pemegang saham lain tahu. Karena selama ini pemegang saham pasti tahu hanya pembayaran ke pegawai, soal Tantim ke management tidak. Bank daerah lain tidak ada seperti itu saya yakin,” pungkasnya. (NS)

Views: 134
Facebook
WhatsApp
Email