Tak Lagi Tunai, Panca Karya Digitalisasi Suplesi VIP-Bisnis di Seluruh Armada Penyebrangan
IMG-20260831-WA0009

AMBON,NUNUSAKU.ID,– Perumda Panca Karya mulai membenahi sistem pembayaran layanan Suplesi atau biaya tambahan di kelas VIP dan Bisnis pada seluruh armada kapal motor penyeberangan (KMP).

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menerapkan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Digitalisasi pembayaran ini bukan sekadar perubahan metode transaksi dari tunai ke non-tunai. Lebih dari itu, kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah Perumda Panca Karya untuk memastikan setiap transaksi tercatat dan dapat dipantau secara lebih transparan.

Direktur Operasional Perumda Panca Karya, Syaifudin Goo mengatakan, penerapan QRIS diawali dengan pemasangan perangkat serta sosialisasi kepada penumpang dan petugas kapal.

“Kemarin, Minggu (30/8/26), tim dari Panca Karya bersama Bank Mandiri turun melakukan sosialisasi. Perangkat QRIS juga sudah dipasang sehari sebelumnya,” kata Syaifudin di ruang kerjanya, Senin (31/8).

Sosialisasi perdana sekaligus ujicoba dilakukan di KMP Tanjung Kuako, khususnya terkait mekanisme pembayaran Suplesi untuk layanan VIP dan Bisnis. Setelah itu, dilanjutkan di KMP Sardinela dan KMP Tatihu.

Menurut Syaifudin, penerapan QRIS ini diarahkan pada layanan VIP dan Bisnis. Nantinya sistem tersebut akan diberlakukan pada seluruh kapal penyeberangan yang berada dibawah pengelolaan Perumda Panca Karya.

Perubahan sistem pembayaran ini memang membutuhkan masa penyesuaian. Sebab, selama ini penumpang telah terbiasa dengan pola pembayaran langsung ketika membeli tiket, dimana layanan tertentu sudah termasuk dalam transaksi tiket.

“Respon awal dari penumpang memang berbeda karena belum terbiasa. Biasanya mereka langsung membeli tiket dan sudah termasuk didalamnya. Sekarang untuk Suplesi di kelas VIP dan Bisnis menggunakan QRIS,” jelasnya.

Untuk memudahkan transaksi, barcode QRIS nantinya akan ditempatkan pada sejumlah titik strategis, termasuk di pintu bagian dalam maupun luar ruang VIP.

Panca Karya menargetkan ujicoba sistem tersebut tuntas dilakukan segera. Namun, penerapan penuh masih menunggu penyelesaian sejumlah kendala teknis pada aplikasi.

“Kita harapkan sistem ini mulai berlaku Minggu depan. Sebab masih ada kendala teknis di aplikasi yang sementara dibenahi,” ungkap Syaifudin.

Pantauan Direksi Secara Langsung

Yang menjadi pembeda dalam sistem baru ini adalah transaksi tidak hanya tercatat secara digital, tetapi juga dirancang agar dapat dipantau jajaran Direksi Perumda Panca Karya.

Syaifudin memastikan, setelah aplikasi benar-benar siap dan beroperasi penuh, data transaksi akan terintegrasi sehingga jajaran Direksi dapat mengetahui besaran penerimaan secara langsung.

“Ketika aplikasinya sudah on dan ready, akan terintegrasi langsung ke jajaran Direksi setiap saat terkait besaran dana yang masuk,” tegasnya.

Sistem tersebut diharapkan dapat memutus ketergantungan terhadap transaksi tunai yang selama ini memiliki celah pengawasan lebih besar.

Dengan transaksi digital, setiap pembayaran memiliki jejak dan dapat direkap secara sistematis. Hal ini sekaligus memudahkan proses pengawasan dan evaluasi terhadap penerimaan Suplesi layanan VIP dan Bisnis.

Bukan Sekadar Digitalisasi

Syaifudin menegaskan, penerapan QRIS merupakan bagian dari pembenahan menyeluruh di lini operasional Perumda Panca Karya.

“Ini pembenahan di lini sektor, untuk memastikan semua penerimaan dari Suplesi transparan dan tertanggung jawab. Sehingga bisa membantu operasional kapal dan perusahaan,” ujarnya.

Karena itu, QRIS tidak semata-mata dipandang sebagai fasilitas pembayaran tambahan bagi penumpang. Sistem tersebut juga menjadi instrumen pengendalian internal perusahaan.

Dengan seluruh transaksi tercatat secara elektronik, perusahaan memiliki basis data yang lebih jelas untuk mengetahui jumlah transaksi, nilai penerimaan, hingga mencocokkannya dengan jumlah pengguna layanan.

Langkah ini diharapkan dapat memperkecil ruang terjadinya selisih antara transaksi yang dilakukan dengan penerimaan yang masuk ke perusahaan.

Gandeng Bank Mandiri, Perkuat Kolaborasi dengan ASDP

Dalam implementasinya, Perumda Panca Karya menggandeng Bank Mandiri sebagai bagian dari kerjasama lintas sektor untuk mendukung penerapan sistem pembayaran digital.

Kolaborasi juga dilakukan dalam konteks peningkatan layanan penyeberangan bersama ASDP pada lintasan Hunimua-Waipirit, Galala-Namlea serta lintasan lainnya yang dilayani KMP milik Panca Karya.

Panca Karya berharap transformasi pembayaran ini tidak berhenti pada penggunaan teknologi semata, tetapi mampu mendorong perubahan budaya kerja dan tata kelola perusahaan.

“Harapannya ini bisa membantu mewujudkan transparansi dan akuntabilitas yang menjadi harapan Direksi demi Perumda Panca Karya yang jauh lebih baik kedepannya,” kata Syaifudin.

Dengan demikian, mulai diberlakukannya QRIS untuk layanan Suplesi kelas VIP dan Bisnis menjadi salah satu langkah konkret Perumda Panca Karya dalam memperbaiki sistem penerimaan.

Jika berjalan sesuai rencana, sistem pembayaran non-tunai tersebut akan diperluas secara bertahap ke seluruh kapal ferry subsidi yang berada dibawah pengelolaan Perumda Panca Karya.

Dari pembayaran tunai menuju transaksi digital, Panca Karya ingin memastikan setiap rupiah penerimaan tercatat, terpantau, dan dapat dipertanggungjawabkan. (NS)

Views: 34
Facebook
WhatsApp
Email