
AMBON,Nunusaku.id,- Hingga memasuki hari ketujuh, Minggu (7/4), operasi pencarian terhadap Serka Rahmadiyanto, anggota Kesdam XVI/Pattimura yang hilang di Perairan Laut Buru tak kunjung membuahkan hasil.
Sesuai SOP, tim SAR gabungan harus mengakhiri operasi pencarian. Diketahui, Serka Rahmad Diyanto dilaporkan hilang saat terjatuh dari kapal Dobonsolo tujuan Ambon – Bau-bau ketika kapal sementara berlayar, 1 April 2024 lalu.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ambon, Andry Azwan Henaulu katakan, pencarian akan dilanjutkan atau dihentikan tergantung situasi dan kondisi yang terlihat di lokasi pencarian. Tetapi yang jelas dari pihak Basarnas itu SOP-nya sampai tujuh hari pencarian.
“Sesuai SOP yang berlaku di dalam pencarian ini, sampai hari ketujuh kita akhiri jika korban tidak ditemukan tim SAR gabungan,” tandasnya kepada media ini, Minggu (7/4).
Pihaknya kata Henaulu, tetap berkoordinasi dengan pos SAR yang ada di Maluku. Dimana apabila nanti ada perkembangan situasi atau dinamika, ada tanda-tanda dan sebagainya.
“Sebelumnya kita sudah lakukan pencarian sampai hari keenam, bersama Kodim 1504/Ambon dan masyarakat di seputaran perairan Kepulauan Buru juga ikut membantu untuk mencari,” jelas Henaulu.
Terpisah, Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf Leo Oktavianus Sinaga katakan, laporan perkembangan operasi SAR terhadap Serka Rahmadiyanto yang jatuh dari kapal KM Dobonsolo telah memasuki sepekan atau hari ketujuh operasi SAR.
“Mengingat memasuki hari ketujuh maka operasi SAR dihentikan dan diusulkan untuk ditutup,” kata Dandim kepada wartawan di Makodim Ambon, Minggu.
Setelah ditutupnya operasi saat ini, pihaknya berharap jika ada masyarakat yang beraktivitas di perairan tersebut, melihat tanda-tanda korban, agar diinfokan kepada Kodim 1504/Ambon atau Kodim 1506/Namlea.
“Kepada warga yang aktivitas di perairan Buru, mohon diinfokan bila ditemukan korban. Dapat melapor, sehingga informasi itu kami teruskan ke pihak keluarga atau Basarnas dan bisa segera ditindaklanjuti dan dievakuasi,” harap Dandim. (NS)



