
AMBON,Nunusaku.id,- Penjabat Walikota Ambon, Dominggus Kaya, menegaskan, stunting adalah masalah prioritas nasional yang harus segera diatasi, khususnya di Kota Ambon.
Hal itu ia sampaikan saat membuka acara temu kader Posyandu se-Kota Ambon di aula Maluku City Mall (MCM)-Tantui Ambon, Rabu (30/10).
“Stunting adalah isu yang harus diselesaikan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Kota Ambon dan wilayah Maluku wajib berkontribusi untuk mencapai target tersebut,” tegasnya.
Mengacu pada data survei kesehatan nasional, Kaya menjelaskan, prevalensi stunting di Kota Ambon mengalami penurunan bertahap dalam beberapa tahun terakhir: dari 21,8% pada 2021 menjadi 21,1% pada 2022, dan 20,7% pada 2023.
Meski demikian, ia mengakui, mencapai target 14% masih menjadi tantangan besar, mengingat lebih dari 200 daerah di Indonesia memiliki prevalensi stunting diatas 40%.
Karena itu, Pemkot Ambon berkomitmen mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam mempercepat penurunan angka stunting.
Melalui kolaborasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), tim penggerak PKK, dan pendamping di berbagai wilayah, berbagai program intervensi telah dijalankan.
“Salah satu langkah signifikan yang kami lakukan adalah verifikasi dan validasi data stunting sejak tahun lalu. Ini menunjukkan kerja keras dan kepedulian tinggi dari para kader posyandu, yang telah membantu mengurangi risiko stunting pada anak-anak di Ambon,” ungkap Kaya.

Ia juga memuji inisiatif kunjungan serentak TPPS dan PKK, dengan dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ke Posyandu dan rumah-rumah warga.
“Upaya ini berdampak besar dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di Posyandu,” tambahnya.
Di kesempatan ini juga, Kaya berikan penghargaan kepada kader-kader posyandu yang telah berdedikasi membantu pemerintah mengurangi angka stunting.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam memutus mata rantai stunting di Ambon. (NS-02)

