Strategi Tangani Unras, Polda Maluku Jadi Lokus Penelitian Nasional
IMG-20260610-WA0057

AMBON,Nunusaku.id,- Polda Maluku menjadi salah satu lokus penelitian nasional oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri dalam rangka mengkaji dan memperkuat strategi penanganan aksi unjuk rasa (Unras) yang humanis, profesional, dan selaras dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Penelitian itu ditandai dengan kunjungan tim leneliti Puslitbang Polri yang dipimpin Kabisgasopsnal Puslitbang Polri Kombes Pol Saefuddin Muhamad bersama tim ke Markas Polda Maluku, Selasa (9/6/26).

Kegiatan penelitian dilaksanakan melalui pengumpulan data, pendalaman informasi, serta diskusi bersama para pejabat utama, perwira menengah, perwira pertama, dan personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Maluku.

Hasil penelitian ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi strategis bagi Polri dalam meningkatkan kualitas pengamanan aksi Unras di berbagai wilayah Indonesia.

Kombes Pol Saefuddin Muhamad mengapresiasi dukungan dan keterbukaan Polda Maluku dalam pelaksanaan penelitian tersebut.

Menurutnya, partisipasi aktif seluruh personel sangat penting untuk menghasilkan kajian yang komprehensif dan objektif.

“Penelitian ini bertujuan memperoleh data dan masukan yang faktual dari lapangan mengenai pelaksanaan pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Hasilnya akan menjadi bahan kajian untuk menyusun rekomendasi yang dapat memperkuat kebijakan dan strategi pengamanan Polri secara nasional,” ujarnya.

Sementara, Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Ronald Refli Rumondor, menegaskan, terpilihnya Polda Maluku sebagai salah satu objek penelitian nasional momentum penting untuk evaluasi sekaligus perkuat pola pengamanan aksi Unras yang semakin profesional dan berorientasi pada perlindungan hak-hak masyarakat.

“Polda Maluku menyambut baik penelitian ini. Kami berharap hasilnya dapat menjadi masukan strategis untuk meningkatkan kualitas pengamanan Unras sehingga semakin profesional, humanis, dan tetap menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara konstitusional,” kata Rumondor.

Menurutnya, dinamika sosial yang berkembang di Maluku menjadikan daerah ini memiliki karakteristik tersendiri dalam penanganan aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Karena itu, evaluasi berbasis penelitian menjadi langkah penting dalam menghadirkan pola pengamanan yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penelitian berlangsung di tuang rapat utama Basudara Manise, lantai V Markas Polda Maluku. Dalam sesi diskusi, para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, kendala, serta masukan terkait pelaksanaan pengamanan aksi Unras yang selama ini dilakukan.

Di kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, penelitian yang dilaksanakan Puslitbang Polri ini bagian dari upaya berkelanjutan institusi Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Polri terus berupaya memperkuat pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Melalui penelitian ini, diharapkan lahir rekomendasi yang mampu meningkatkan profesionalisme anggota sekaligus memperkuat perlindungan terhadap hak-hak demokratis masyarakat,” ungkap Rositah. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email