SPBU Dipadati Antrean, Ketua DPRD: Saatnya Masyarakat Hemat BBM
IMG-20260331-WA0032

AMBON,Nunusaku.id,- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax, hingga Solar mulai dirasakan warga Kota Ambon sejak Minggu (29/03) hingga Selasa (31/03/26).

Sejumlah SPBU di kota ini dipadati antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang menunggu giliran pengisian.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang terjadi di beberapa titik, seperti SPBU Jalan Soa Bali, SPBU Belakang Kota di Jalan Tulukabessy, serta SPBU Kebun Cengkeh. Bahkan, BBM eceran yang biasanya dijual di sepanjang jalan pun kini sulit ditemukan.

Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, menilai kondisi ini tidak terlepas dari dampak konflik global yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah, khususnya melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

“Jika konflik ini terus berlanjut, tentu akan berdampak besar terhadap pasar global, termasuk pasokan minyak dunia yang berimbas hingga ke daerah seperti Maluku,” ujar Watubun kepada wartawan di Rumah Rakyat Karang Panjang, Ambon. Selasa (31/03).

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi minyak dunia, sehingga gejolak yang terjadi dapat memengaruhi ketersediaan BBM secara luas.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan BBM serta mengatur pola konsumsi energi secara bijak.

“Tanamlah apa yang bisa kita makan dan minum. Kita harus mengefisienkan diri dalam penggunaan bahan bakar minyak,” katanya.

Selain itu, Watubun juga menyinggung perlunya langkah pemerintah dalam mendorong efisiensi, termasuk penerapan kebijakan work from home (WFH) guna mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM.

Politis PDI Perjuangan itu menegaskan, gerakan penghematan harus dimulai dari pemerintah dan DPRD sebagai contoh bagi masyarakat.

“Kalau konflik ini tidak mereda, maka langkah penghematan harus dimulai dari pemerintah pusat, lalu diikuti DPRD sebagai representasi rakyat, sehingga bisa menjadi teladan,” tegasnya.

Watubun juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta bersama-sama menjaga stabilitas dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijak. (NS-01)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email