Soccer Robotic 2 on 2 Gebrak Ambon, 26 Sekolah Berebut Piala Ketua Komite SMASKRIS
file_00000000db6c821185b7d856d3b7412f

AMBON,NUNUSAKU.ID,– SMA Kristen YPKPM Ambon (SMASKRIS) menggelar kompetisi Soccer Robotic 2 on 2 yang memperebutkan Piala Bergilir Ketua Komite SMASKRIS Ambon, Dr. Michael Wattimena, MM.

Kompetisi yang untuk pertama kalinya digelar secara terbuka di Kota Ambon ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta, baik tingkat SMP maupun SMA. Tercatat sebanyak 26 sekolah di luar SMASKRIS turut ambil bagian dalam ajang tersebut.

Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon, Donald Dias, S.Hut, mengatakan, kompetisi ini merupakan langkah nyata sekolah dalam memperkenalkan sekaligus mengembangkan minat dan kemampuan generasi muda di bidang robotika.

Menurutnya, pada awalnya bidang robotika masih terasa awam bagi sebagian peserta. Namun, melalui kegiatan tersebut, para siswa mulai menunjukkan antusiasme dan ketertarikan yang luar biasa.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan bantuan Ketua Komite SMASKRIS, Dr. Michael Wattimena,MM sehingga berbagai program pengembangan robotika di sekolah dapat berjalan dengan baik,” ungkap Dias.

Ia menjelaskan, dukungan tersebut juga telah membawa siswa SMASKRIS mengikuti kompetisi internasional pemrograman dan proyek robotika di Malaysia. Dalam ajang itu, para siswa berhasil meraih prestasi terbaik pada dua kategori dengan membawa pulang medali perak dan perunggu.

Dias menegaskan, kompetisi robotika bukan sekadar permainan atau adu kecanggihan teknologi. Lebih dari itu, terdapat nilai-nilai edukatif yang penting bagi pembentukan karakter peserta didik, seperti kerja sama, kekompakan, kreativitas, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah.

“Kompetisi yang sama sebelumnya telah kami lakukan secara internal. Namun, kali ini kami membuka ruang lebih luas bagi sekolah-sekolah lain untuk terlibat. Ini menjadi kompetisi pertama yang diselenggarakan SMASKRIS sekaligus salah satu terobosan baru di Maluku,” jelasnya.

Dia menambahkan, robotika kini semakin relevan dalam dunia pendidikan. Bahkan, coding atau pemrograman telah menjadi salah satu mata pelajaran prioritas yang perlu dikuasai peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Untuk itu, menyongsong perayaan HUT ke-70 SMASKRIS tahun depan, pihaknya merencanakan kegiatan edukasi maupun sarasehan tentang robotika guna memperluas wawasan dan meningkatkan minat generasi muda terhadap teknologi tersebut.

Sementara itu, Ketua Komite SMASKRIS Ambon, Michael Wattimena menegaskan, dunia saat ini telah memasuki era robotika dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perkembangan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui kemampuan beradaptasi dan penguasaan teknologi.

Menurutnya, generasi muda Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan besar tersebut, tetapi harus tampil sebagai pemain utama yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Anak-anak muda yang hari ini menjadi peserta adalah generasi masa depan Maluku yang luar biasa. Masa depan adalah milik mereka yang berani bermimpi, belajar, dan berinovasi,” tegas Wattimena.

Ia mengingatkan, dalam kompetisi robotika, sebuah robot tidak akan dapat bekerja tanpa programmer dan perencanaan yang baik. Demikian pula, kemenangan tidak akan diraih tanpa kerja sama dan kekompakan tim.

Karena itu, Wattimena mengajak seluruh peserta untuk membangun karakter disiplin, memiliki kemauan kuat, bekerja keras, serta tidak takut menghadapi kegagalan.

“Jangan pernah takut gagal. Kalau hari ini belum berhasil, teruslah mencoba. Kalau belum menjadi juara, jangan pernah menyerah. Sebab, kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan. Sekali gagal, bangkit lagi dan terus mencoba,” pesannya.

Lebih jauh, ia berharap para peserta tidak hanya menjadikan kemenangan dalam kompetisi sebagai tujuan akhir. Sebaliknya, mereka harus memiliki mimpi yang lebih besar, yakni mampu menciptakan robot yang dapat beradaptasi dengan lingkungan serta karakteristik wilayah Maluku.

“Jangan hanya bermimpi menjadi juara dalam lomba ini. Bermimpilah bagaimana ke depan kalian bisa menciptakan robot yang adaptif dengan lingkungan dan karakteristik Maluku,” ujarnya.

Wattimena kemudian menitipkan tiga pesan penting kepada para peserta, yakni Dream Big, Work Hard, and Never Give Up atau bermimpi besar, bekerja keras, dan pantang menyerah.

Ia optimistis, melalui kompetisi tersebut akan lahir potensi-potensi besar generasi muda Maluku yang mampu menciptakan inovasi dan mengharumkan nama daerah di panggung nasional maupun internasional.

“Hari ini kalian menggerakkan robot, tetapi ke depan kalian harus memiliki mimpi besar untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah ini,” tandasnya.

Dalam kompetisi Soccer Robotic 2 on 2 tersebut, para peserta memperebutkan Piala Bergilir Ketua Komite SMASKRIS YPKPM Ambon. Para pemenang juga akan membawa pulang medali dan trofi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email