Sikapi Kondisi Bangsa, Gubernur: Tidak Ada Relevansi di Maluku, Kami Ingin Hidup Damai
IMG-20250819-WA0023-1-1024x605-1024x585

AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur dan anggota forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Maluku turut menyikapi kondisi terkini bangsa, khususnya gelombang demo berujung anarkis yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia dua hari terakhir.

Respon tersebut salah satunya dengan doa bersama dengan para pimpinan umat beragama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, organisasi mahasiswa serta komunitas ojek online (Ojol) di Mapolda Maluku, Sabtu (30/8).

Beberapa jam sebelum itu, Gubernur dan Forkopimda berjumpa pimpinan umat beragama di kantor Sinode GPM dalam rangka menyerukan pesan damai dari tanah Raja-raja ini.

Gubernur mengaku, semua upaya ini dilakukan menyikapi kondisi dan situasi terkini yang terjadi di tanah air. Sebab itu jadi tanggungjawab bersama semua elemen.

“Kami mengimbau masyarakat, berdoa dan bekerja secara kolaborasi untuk memastikan apa yang terjadi di Pulau Jawa dan daerah lain, tidak terjadi di Maluku. Karena tidak ada relevansinya persoalan itu dengan di Maluku sini,” tegas Lewerissa.

Orang nomor satu di Maluku itu ikut senang dan bahagia, melihat aktivitas pemuda, mahasiswa dan komunitas Ojol, bisa berbaur dengan tokoh agama dan seluruh pimpinan daerah serta TNI-POLRI dalam satu momen.

Pasalnya sebagai pimpinan daerah, Gubernur HL ingin agar masyarakat di Maluku hidup damai, aman dan tentram. Sehingga visi besar melakukan Transformasi “par Maluku pung Bae” melalui implementasi Sapta Cita bisa terwujud.

“Energi yang kami miliki ini, kami mau gunakan untuk membangun Maluku, bukan untuk lainnya,” sebut Lewerissa.

Namun begitu, dirinya dan pemerintah provinsi Maluku tidak akan bisa melakukan itu semua sendiri, tapi butuh sinergitas dan kolaborasi.

Karena itu Gubernur meminta dukungan semua pihak dan elemen masyarakat untuk menciptakan Maluku sebagai tanah yang aman dan damai.

“Forkopimda Maluku akan senantiasa berkoordinasi terus menerus. Untuk memastikan setiap perkembangan dan dinamika bangsa, akan dibicarakan dan sikapi bersama,” pungkas Gubernur.

Diketahui, akibat aksi demo masif di Jakarta, mengakibatkan satu pengemudi Ojek Online (Ojol), Affan Kurniawan meninggal terlindas mobil Rantis Brimob. (NS)

Views: 99
Facebook
WhatsApp
Email