
AMBON,Nunusaku.id,- PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Sales Area Papua Selatan – Pegunungan melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) lintas sektoral pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Sidak ini melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten, Dinas ESDM Provinsi, Satlantas dan Satreskrim Polres Merauke, Satpol PP serta Hiswana Migas DPC Papua Selatan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas mengatakan, sidak ini menyasar 3 SPBU, yakni SPBU 86.996.05 Semangga, SPBU 84.996.03 M. Hatta dan SPBU 84.996.02 Ahmad Yani.
“Sidak ini bagian dari upaya bersama dalam memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran serta mencegah upaya praktik penyalahgunaan di lapangan seperti barcode yang tidak sesuai kendaraan, serta kendaraan dengan tangki dimodifikasi,” terang Ispiani lewat siaran persnya, Selasa (16/6).
Hasilnya, tim menemukan lima kendaraan terindikasi melakukan tindakan yang tidak sesuai ketentuan. Aparat terkait pun segera melakukan penanganan sesuai kewenangan masing-masing.
Sebagai langkah tindak lanjut dan upaya pencegahan penyalahgunaan BBM bersubsidi, Pertamina juga telah melakukan pemblokiran barcode terhadap kelima kendaraan tersebut.
“Kami serahkan penanganan ke masing-masing instansi sesuai kewenangannya,” tandas Ispiani.
Pihaknya memberi apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam mengawal distribusi BBM subsidi di wilayah Merauke. Sebab ini menjadi langkah nyata agar BBM subsidi dapat diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pertamina Patra Niaga juga terus berkomitmen melakukan pengawasan melalui sistem digitalisasi SPBU dan penerapan program Subsidi Tepat.
‘Sanksi tegas ke SPBU juga tidak segan diberikan apabila terbukti terlibat dalam penyaluran tidak sesuai aturan,” terang Ispiani.
Sementara, Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Selatan, Lambertus Ignatius Fatruan mengatakan, sidak lintas sektoral sangat penting sebagai upaya menjaga penyaluran BBM subsidi yang lebih baik bagi masyarakat.
“Temuan-temuan dalam sidak ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat pengawasan. Kami akan jaga terus koordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pengawasan bersama agar distribusi energi berjalan secara transparan, akuntabel dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak,” ungkap Lambertus.
Ia melanjutkan, masyarakat juga dapat turut berperan aktif dalam menjaga penyaluran BBM subsidi dengan menyampaikan informasi apabila ada indikasi kecurangan dilapangan.
“Pengawasan distribusi BBM subsidi tidak dapat dilakukan satu pihak saja. Diperlukan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penyalahgunaan BBM subsidi karena selain merugikan negara, tindakan tersebut akan tegas diproses sesuai pelanggarannya. (NS)


