Setahun Kerja Nyata Bodewin-Ely, 17 Program Prioritas Tandai Langkah Maju Par Ambon
IMG-20260221-WA0003

AMBON,Nunusaku.id,- Satu tahun perjalanan kepemimpinan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dibawah duet Bodewin Wattimena dan Ely Toisuta diwarnai sederet capaian strategis yang terangkum dalam 17 program prioritas pembangunan.

Rangkuman capaian itu disampaikan langsung Walikota Ambon dalam konferensi pers di Ruang Rapat Vlisingen Balai Kota Ambon, Jumat (20/2/26), yang turut dihadiri Wakil Walikota Ambon, Plt Sekretaris Kota Ambon, pimpinan OPD, serta insan pers.

Selama setahun, berbagai program dijalankan dengan fokus kebutuhan dasar masyarakat seperti akses air bersih, pengelolaan sampah, infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga penguatan peran sosial kemasyarakatan.

Berikut gambaran lengkap 17 program prioritas tersebut:

1. Akses Air Bersih bagi Masyarakat

• Jumlah pelanggan air bersih tercatat 14.580 pelanggan, dengan penambahan 907 pelanggan baru.

• Rehabilitasi dan pengembangan perpipaan mencapai 5.305 meter.

• Pengembangan jaringan pipa dilakukan di 9 lokasi sepanjang 8.738 meter, perbaikan kebocoran di 5 lokasi sepanjang 1.074 meter, serta interkoneksi jaringan di 1 lokasi sepanjang 252 meter.

• Pergantian pompa dilakukan di Lateri, Pulugangsa, Wainitu, Batu Gajah, Halong Atas dan Waimahu.

• Perluasan distribusi mencakup Passo Transit, Amplaz, Halong Baru, Kezia dan Kudamati Atas.

• Dibangun pula Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di Batu Merah, pengembangan jaringan dan sambungan rumah di Soya dan Lateri, serta pembangunan sarana air bersih di 16 lokasi.

Pemkot juga bekerjasama dengan PT Pelindo untuk suplai air bersih ke pelabuhan.

2. Pengelolaan Persampahan dan Penataan Lingkungan

• Penguatan sistem persampahan dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Sampah Induk Bumi Lestari, aksi bersih Teluk Ambon, pemasangan trash boom, serta penanaman pohon dan kerja bakti rutin.

• Armada ditambah 8 dump truck, 1 compactor dan 1 eksavator.

• Dibangun 19 TPS, penempatan 50 wastebin di 30 lokasi, serta distribusi 400 tempat sampah ke sekolah, rumah ibadah dan perkantoran.

• TPA dibenahi dari open dumping menjadi control landfill.

• Rata-rata sampah tertangani periode Februari 2025-Februari 2026 mencapai 176,46 ton per hari.

3. Pengurangan Kemacetan Melalui Pembangunan Jalan Alternatif, Rekayasa Lalulintas dan Pendataan Transportasi Publik

Pemeliharaan traffic light, rambu dan marka jalan dilakukan di 12 ruas utama, Patroli sore dan rekayasa lalu lintas diterapkan di titik kecamatan, Penataan terminal A1 dan A2 Mardika dilaksanakan, termasuk penyediaan parkir motor kapasitas 600 unit dan penetapan 30 ruas parkir resmi melalui SK Walikota nomor 6937 tahun 2025.

4. Perbaikan Jalan, Penataan Pasar, Penataan Pemukiman Kumuh, Perbaiki Fasilitas Umum, Maupun Fasilitas Pelayanan Publik Lainnya yang Ramah Disabilitas

• Rehabilitasi Pasar Arumbae, pembangunan sumur bor Pasar Ole-Ole, pemasangan kanopi dan folding gate Pasar Rumah Tiga, pemeliharaan Pasar Gedung Putih, serta portal parkir Pasar Tagalaya telah dilakukan.

• Perbaikan RTLH mencakup 37 unit (APBD), 13 unit (APBD Provinsi), dan 35 unit (APBN).

• Sebanyak 300 unit telah diverifikasi teknis dan 23 rumah layak huni baru dibangun di 12 lokasi.

• Pembangunan dan peningkatan jalan dilakukan di sejumlah kawasan, termasuk Rutong, Halong, Batu Merah dan Passo.

• Lampu jalan dipasang di 29 lokasi serta pembangunan jembatan lingkungan di Batu Gajah.

5. Penyediaan Lapangan Kerja Melalui Kemudahan Investasi, Pengembangan UMKM, Bantuan Modal Usaha, Serta Kemudahan Akses Lapangan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas

• Sebanyak 40 koperasi tersertifikasi SKKNI.

• 50 Koperasi Merah Putih memiliki akta hukum dan 23 memiliki lahan.

• Fasilitasi sertifikasi diberikan kepada 30 UMKM dan pengembangan usaha kepada 715 UMKM.

• Disediakan 80 booth kontainer dan 200 etalase UMKM.

• Sebanyak 2.285 pencari kerja dilayani, 75 kasus hubungan kerja dimediasi, serta 58 NIB diterbitkan gratis. – Pelatihan komputer dan kompetensi diberikan kepada penyandang disabilitas.

• Pemkot juga mengikuti Indonesia City Expo (ICE) XXI Surabaya 2025 dan Pameran Dekranas di Balikpapan dengan menampilkan produk unggulan UMKM Ambon.

6. Pelayanan Publik yang Mudah dan Terjangkau Melalui Mall Pelayanan Publik dan Bebas Pungli

• Jumlah izin terbit meningkat dari 8.288 (2024) menjadi 11.417 (2025).

• NIB terbit 8.287 pada 2025.

• Indeks Kepuasan Masyarakat naik dari 84,62 menjadi 87,56.

• Realisasi investasi 2025 mencapai Rp269,14 miliar.

• Progres Mall Pelayanan Publik terus berjalan dengan komitmen bebas pungli.

7. Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Guna Mendukung Ambon City of Music.

Sebagai bagian dari jaringan Kota Kreatif Musik UNESCO, Ambon menyelenggarakan berbagai event seperti Jukulele Amboina Festival, Asia Music City Forum, Ambon International Music Festival, Gala Beat Fest – Sound of Amboina, Festival Santa Claus, Festival Imlek dan Festival Ramadan.

Sebanyak 176 UMKM terlibat sepanjang 2025-2026, PDRB ekonomi kreatif tercatat Rp158 miliar lebih, serta kalender event 2026 juga telah disiapkan dengan berbagai festival musik, budaya dan keagamaan.

8. Pendidikan dan Kesehatan Berkualitas

• Sebanyak 17 SPPG melayani 46.909 siswa program makan bergizi gratis.

• 68 sekolah menerima BOS kinerja, 119 SD dan 32 SMP menerapkan kurikulum musik.

• Sebanyak 752 siswa menerima Kartu Ambon Pintar.

• Capaian UHC mencapai 98,65 persen (356.062 jiwa).

• Kasus stunting turun menjadi 272 kasus, terendah sejak 2021.

• Sebanyak 22 puskesmas telah menjadi BLUD, penemuan TBC mencapai 126,7 persen dan pelayanan diabetes 205,3 persen.

9. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Intensifikasi Sumber-sumber Pendapatan.

• Realisasi PAD 2025 mencapai Rp224,2 miliar.

Upaya peningkatan dilakukan melalui pemasangan 370 meter air tanah, 250 alat perekam pajak online, pemungutan PBB, sweeping opsen PKB, penagihan pajak bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Ambon, hingga pengawasan aset daerah.

10. Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR) Sebagai Wadah Perjumpaan Rakyat Dengan Pemimpinnya.

Program WAJAR dilaksanakan 24 kali selama 2025, menerima 335 pengaduan langsung. Sebanyak 95 laporan melalui SP4N Lapor dan 926 laporan melalui omnichannel ditindaklanjuti.

11. Pengembangan Konsep Pariwisata Terintegrasi

• Total kunjungan wisatawan mencapai 102.239 orang, terdiri dari 8.821 wisatawan mancanegara dan 93.418 domestik, serta tingkat hunian kamar 41,39 persen, dengan rata-rata lama menginap 2,38 malam (asing) dan 1,79 malam (domestik).

12. Penataan Birokrasi yang Kapabel, Handal dan Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Indeks Reformasi Birokrasi meningkat dari 59,31 (CC) menjadi 61,30 (B), Nilai SAKIP naik menjadi 66,17, Survei Integritas meningkat menjadi 71,54, Opini BPK membaik dari disclaimer menjadi WDP, Pelaksanaan job fit, pelantikan PPPK, forum konsultasi publik RPJMD dan RKPD turut memperkuat tata kelola.

13. Melanjutkan Pengembangan Ambon Smart City

Launching Call Center 112, pemasangan CCTV di 57 titik, kerja sama dengan Telkomsel untuk omnichannel dan AI, penerapan tanda tangan elektronik (TTE), sertifikat SSL, serta pembentukan CSIRT menjadi bagian dari penguatan Smart City.

14. Penanggulangan Kemiskinan Melalui Kegiatan Pemberdayaan, Hibah dan Bansos.

Sebanyak 836 keluarga menerima bansos, 30 anak terlantar dan disabilitas mendapat bantuan permakanan, 30 penyandang disabilitas menerima alat bantu, serta 150 lansia terlantar menerima paket kedaruratan.

Program BETA bagi pekerja rentan turut dilaksanakan.

15. Penguatan Peran Lembaga Keagamaan, FKUB serta Pemberian Insentif Tuagama, Penjaga Gereja, Penjaga Mesjid, Penjaga Pura, Penjaga Wihara dan Unsur Lainnya Sesuai Kemampuan Keuangan

Insentif diberikan kepada 869 tuagama dan penjaga rumah ibadah, Safari Ramadhan dan Safari Natal rutin digelar, termasuk bantuan hewan kurban dan fasilitasi nikah massal.

16. Penguatan Peran Pemuda Dalam Industri Kreatif

Workshop konten digital, Ambon Creative Preneur, Manajemen Talenta Nasional, serta percepatan akses keuangan ekonomi kreatif bersama OJK menjadi bagian dari pemberdayaan pemuda.

17. Fasilitas Penguatan Peran Lembaga Adat, OKP, LSM, Forum Anak Organisasi Paguyuban dan Organisasi Kemasyarakatan Lainnya

Sebanyak 26 ormas telah tertib administrasi, Hingga 4 Februari 2026, 98 kasus kebakaran tertangani, Forum Anak terbentuk di 3 kecamatan, 2 kelurahan dan 28 desa/negeri, serta Kota Ambon juga meraih penghargaan DAFA Award dari Kementerian PPA.

Satu tahun kepemimpinan ini menjadi pijakan kuat menuju visi besar “Ambon Manise, Inklusif dan Berkelanjutan.”

Berbagai capaian yang diraih bukan sekadar angka dan laporan administratif, melainkan gambaran kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemkot Ambon tegaskan, komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan secara konsisten, mempercepat pemerataan layanan, memperkuat daya saing daerah, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan warga Kota Ambon. (NS)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email