
AMBON,Nunusaku.id,- Koordinator Wilayah XI (Maluku) PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Donatus Jamlean prihatin atas kejadian saling tembak menembak yang melibatkan Brimob BKO dan personil Polres Tual, Minggu (28/7).
Pasalnya, kejadian tersebut yang melibatkan satu korps “Bhayangkara” itu terjadi tepat di depan Gereja Maranatha Kota Tual, dimana umat Kristen sementara menjalani ibadah atau kebaktian.
“GMKI sangat prihatin dengan kejadian yang terjadi di Kota Tual, yang melibatkan sesama anggota Polri, apalagi kejadian tersebut terjadi di depan Gereja saat umat Kristen sedang beribadah,” sesal Jamlean saat menghubungi media ini, Minggu.
Menurutnya, kejadian itu baru pertama terjadi di Kota Tual, dengan melibatkan sesama aparat kepolisian. Walau pertama, namun sangat memprihatikan, mengganggu kenyamanan dan tentu sangat membahayakan masyarakat, karena sudah saling baku tembak.
Karena itu, Jamlean meminta Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif yang sebelum berpindah ke Mabes Polri untuk “turun tangan” menyelesaikan kasus tersebut sehingga tidak berdampak kepada masyarakat luas.
“Hal ini jelas harus dihentikan langsung bapak Kapolda sebagai pengendali operasi di Maluku, karena ini melibatkan dua satuan yang dipimpinnya. Dan beliau juga harus tinggalkan legacy yang baik kepada penggantinya dan masyarakat di Maluku, Kota Tual khususnya,” harap Jamlean.

Lebih lanjut menurutnya, kejadian tersebut jelas mengundang atensi pihak lain. Dimana di waktu yang sama, ketua umum (Ketum) Pengurus Pusat GMKI Jefri Gultom akan lakukan kunjungan ke Tual dalam rangka pelantikan Badan Pengurus Cabang GMKI Tual yang baru.
“Kami sudah minta Ketua umum untuk kasus ini diteruskan ke Mabes Polri agar menjadi atensi khusus dan perhatian bapak Kapolri serta bapak Mendagri untuk segera mengevaluasi Kapolres Tual dan Pj Walikota Tual yang baru bertugas belum sampai seminggu,” ujar alumnus Fakultas Hukum UKIM yang akan turut dampingi Ketum Jefry.
Dirinya pun berharap, masalah seperti ini jadi yang pertam dan terakhir kalinya. “Jangan lagi terjadi, apalagi bisa berdampak kepada keslamatan masyarakat,” pintanya.
GMKI tambah Jamlean, menghimbau semua masyarakat untuk tidak terpancing dengan kondisi yang terjadi di Kota Tual. “Tetap menjaga Kambtimas di Kota beradat,” harapnya.
Diketahui, berdasarkan informasi yang diperoleh dari laman media online timesmaluku.com, Minggu (28/7) menyebut,
sebelumnya terjadi penganiayaan terhadap personil yang sedang bertugas di lapangan oleh sekelompok personel Brimob BKO Resimen Pas 3 Pelopor di Pos SS di Polres Tual.
Insiden ini terjadi Jumat 26 Juli 2024 sekitar pukul 23.40 WIT. Mereka yang menjadi korban diantaranya Brigpol BI, Briptu Muhamad S. Rumles, Bripda Clif Sprendo Demny.
Awalnya sekira pukul 23.00 WIT, personel Polres Tual melaksanakan kegiatan apel KRYD di lapangan Kotak Polres Tual dan dilanjutkan Razia kendaraan di depan Pos SS.
Sekira pukul 23.40 WIT saat personel Polres Tual sedang melaksanakan kegiatan KRYD, di depan Pos SS Polres Tual ada sebuah motor CRF 150 yang berboncengan dengan menggunakan knalpot racing.
Sepeda motor ini melaju dari arah komplek SKB ke Pos SS. Sesaat di depan Pos SS mereka mengeluarkan kata makian yang dialamat ke Polisi Lalulintas yang sedang berjaga-jaga.
Pengemudi sepeda motor itu langsung melaju terus melewati personel yang melaksanakan kegiatan KRYD. Tidak lama kemudian ada sekelompok pengendara motor sekitar kurang lebih 30 orang datang menghampiri personel yang melaksanakan kegiatan KRYD.
Mereka berteriak, mencari seseorang. “Letsoin mana, Letsoin mana,” kata beberapa orang diantara mereka. Entah kenapa, mereka melakukan penganiayaan terhadap personel Sat Lantas Polres Tual yang sedang melaksanakan KRYD.
Penganiayaan ini, berdasarkan laporan yang diterima terhadap personel Polres Tual yang melaksanakan KRYD diduga dilatar belakangi kendaraan pribadi salah satu anggota Brimob yang ditahan petugas Sat Lantas Polres Tual saat melaksanakan operasi Patuh Salawaku 2024 karena menggunakan knalpot brong.
Atas insiden ini, kata sumber timesmaluku, Kapolres Tual memerintahkan seluruh personel yang melaksanakan kegiatan KRYD kembali ke Mako untuk apel pengecekan, kemudian mendatangi Mako Brimob untuk koordinasi terkait perkelahian tersebut. (NS)



