
AMBON,Nunusaku.id,- DPRD Kota Ambon periode 2024-2029 saat ini masuki masa reses atau menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) untuk masa sidang I tahun sidang 2025.
Sebagai anggota DPRD yang baru dilantik kurang lebih seminggu, legislator NasDem Body Wane Ruperd Mailuhu untuk pertama kali menyerap aspirasi konstituen di dapil Ambon 1.
Mailuhu menjumpai warga Dasilva tepatnya di RT 001, 002 dan 003/RW 003 Kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau, wilayah tempat tinggalnya, Senin (24/3/25).
Sejumlah aspirasi disampaikan warga ke Mailuhu seperti perlunya perhatian bagi UMKM agar terus berkembang hingga persoalan sarana prasarana lingkungan seperti jalan setapak, penerangan dan drainase.
“Banyak yang disampaikan masyarakat. Tapi lebih spesifik dan dominan itu soal dana bergulir bagi UMKM dan persoalan lingkungan,” sebut anggota komisi III DPRD Kota Ambon fraksi NasDem itu.
Menurut Mailuhu, aspirasi soal UMKM sesungguhnya bisa langsung dieksekusi. Secara basic dirinya adalah seorang pelaku UMKM. Namun di tahun anggaran 2026 lewat pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD.
“Nanti akan identifikasi lagi oleh RT dan RW bahwa mereka yang dapat dana bantuan itu benar-benar pelaku UMKM, bukan UMKM Senin-Kamis. Apalagi beta ada disini, kita akan sortir dan harus tepat sasaran. Demikian juga di RT/RW Kelurahan/Negeri lain sama,” jelasnya.
Akan tetapi untuk persoalan jalan dan drainase, harus perlu berkoordinasi lagi dengan pemerintah kota (Pemkot) Ambon.
“Drainase, jalan dan penerangan itu yang memang kita tidak bisa handle langsung saat ini, perlu koordinasi lanjut dengan Pemkot, itu domain mereka,” jelasnya.
Sedangkan terkait masalah sampah yang turut dikemukakan warga, menurutnya, diperlukan koordinasi intensif dengan RT/RW dan Kelurahan.
Namun untuk gerobak sampah serta BPJS kesehatan bagi petugas pengangkut sampah, Mailuhu mengaku, akan langsung dieksekusi dari kantong pribadinya tanpa harus bergantung ke anggaran daerah.
“Untuk mereka yang pengangkut sampah dan gerobaknya, beta eksekusi langsung. Karena mereka lebih beresiko tinggi terhadap masalah kesehatan,” ungkapnya. (NS)





