Selesaikan Urusan Sampah Plastik Butuh Cara Luar Biasa dengan Inovasi
IMG-20240223-WA0016

AMBON,Nunusaku.id,- Menyelesaikan urusan sampah plastik tidak cukup dengan hal yang biasa-biasa saja namun butuh cara luar biasa dengan gagasan dan inovasi baru yang produktif sehingga dapat memadukan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan dan sosial.

Hal itu ditekankan Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena saat memimpin apel memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 di kawasan Muara Wairuhu Desa Galala Kecamatan Sirimau, Jumat (23/2).

Ditegaskan Wattimena, cara produktif agar mengatasi sampah plastik secara prinsip antara lain pemerintah baik pusat maupun daerah harus memperkuat peran aktif dalam mengatasi polusi akibat sampah plastik.

“Masyarakat perlu partisipasi melalui perubahan perilaku gaya hidup yang minim sampah dan budidayakan memilah sampah,” tandasnya.

Masalah sampah tentu menurut dia, menjadi perhatian serius bersama. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam kerjasama dengan berbagai pihak terus berupaya untuk bagaimana mengurangi persoalan sampah di kota ini.

Karena itulah selain apel, tetapi Pemkot juga melakukan dialog dan bersih pantai Muara Wairuhu Galala. Ini sejalan dengan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 2 tahun 2024 tentang peringatan HPSN 2024 bertema “Atasi sampah plastik dengan cara produktif”.

“Tema tersebut memberi pesan kepada kita semua bahwa urusan sampah plastik adalah urusan penting dan mendesak sehingga harus menjadi prioritas kita semua terutama teman-teman yang bertugas untuk mengelola sampah,” jelasnya.

Pemerintah tambahnya, tengah mengembangkan kebijakan program mitigasi perubahan iklim dari sektor limbah melalui komitmen zero waste, zero emission 2050 dengan target pengurangan emisi gas rumah kaca dari aktifitas pengelolaan limbah dan sampah menuju netemission.

Dialog kelola sampah menjadi sumber daya produktif menuju Zero Waste, Zero Emission ini kata dia, salah satu langkah dalam upaya pengelolaan sampah dari pola kumpul, angkut dan buang menjadi hindari, batasi, pilah, olah dan proses akhir yang menjadi kebutuhan bersama.

“Sehingga urusan sampah bukan menjadi polusi atau perusak lingkungan tetapi sampah dapat memberi manfaat lingkungan sosial ekonomi secara bersama,” urai Wattimena.

Melalui upaya produktif urusan ini sambungnya, menjadi bagian solusi yang dihadapi masyarakat global saat ini yaitu Climate change, biodiversity loss and polution, sebagai langkah nyata melawan krisis tersebut khususnya perubahan iklim dan polusi.

Diketahui, peringatan HPSN 2024 di Kota Ambon akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti dialog, talkshow, aksi bersih di desa maupun negeri. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email