
AMBON,Nunusaku.id,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi memulai seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Seleksi yang berlangsung di Lantai V Hotel Manise Ambon, Senin (27/26), dibuka Walikota Ambon Bodewin Wattimena didampingi Wakil Walikota Ely Toisuta.
Hadir pula unsur Forkopimda, panitia seleksi, pimpinan OPD, camat, Lurah, raja, serta tamu undangan lainnya. Terkhusus empat kandidat calon Sekda Kota yaitu Apries Gaspersz, Steven Dominggus, Robby Sapulette dan Richard Luhukay.
Walikota menegaskan, jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, tetapi merupakan jabatan strategis yang menentukan efektivitas jalannya roda pemerintahan daerah.
“Sekretaris Daerah adalah motor penggerak birokrasi dan perpanjangan tangan kepala daerah. Karena itu harus diisi oleh ASN yang memiliki kompetensi, integritas, loyalitas, dan memahami tugas secara utuh,” tegas Walikota.
Seleksi terbuka ini sebelumnya memberi kesempatan kepada seluruh ASN yang memenuhi syarat. Namun setelah melalui tahapan administrasi dan pemeriksaan kesehatan, hanya empat peserta yang dinyatakan berhak mengikuti proses lanjutan.
Menurut Walikota, keempat peserta tersebut merupakan figur terbaik yang siap berkompetisi secara sehat dan profesional.
“Dari empat peserta ini nantinya hanya satu yang akan dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Kota Ambon,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Walikota juga memberi “warning” keras kepada seluruh peserta agar tidak menggunakan cara-cara nonprosedural untuk meraih jabatan, termasuk membangun tim pendukung atau melakukan lobi politik.
“Kalau mau jadi Sekkot, ikuti seluruh prosesnya. Tidak dengan membentuk tim-tim pendukung untuk menekan pejabat pembina kepegawaian. Itu tidak akan berpengaruh,” tegasnya.
Ia memastikan proses seleksi sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi (Pansel) dan asesor profesional dengan dasar penilaian objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat, tahapan penyampaian makalah peserta disiarkan langsung melalui kanal resmi Pemkot Ambon.
Langkah ini, kata Walikota, sengaja dilakukan agar publik dapat menyaksikan secara langsung bahwa proses seleksi berlangsung jujur, transparan, dan akuntabel.
“Kita ingin masyarakat ikut melihat dan mengawasi. Semua dilakukan terbuka, tetapi tetap sesuai mekanisme,” katanya.
Walikota juga mengungkap sejumlah pekerjaan rumah yang menanti Sekda definitif, terutama dalam pembenahan tata kelola keuangan daerah dan penyederhanaan birokrasi.
Ia menyebut Sekretariat Daerah Kota Ambon masih perlu dibenahi karena kerap menjadi perhatian dalam hasil pemeriksaan.
“Kalau nanti terpilih, pastikan kondisi itu berubah. Harus lebih baik, lebih tertib, dan lebih profesional,” tandasnya.
Selain itu, Sekda baru diharapkan mampu menjadi penggerak ASN, mempercepat pelayanan publik, serta mendukung visi pembangunan Kota Ambon yang maju, inklusif, toleran, dan berkelanjutan.
Diketahui, seleksi terbuka ini berlangsung selama dua hari, 27-28 April 2026. Ada tujuh (7) orang Pansel yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dan profesional, serta didukung tim asesor dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Melalui proses seleksi ini, Pemkot Ambon berharap akan memperoleh sosok Sekda yang benar-benar mampu membawa perubahan nyata bagi birokrasi dan pelayanan publik di ibukota Provinsi Maluku. (NS-02)








