
AMBON,Nunusaku.id,- Seleksi mandiri tahap I untuk masuk Universitas Pattimura (Unpatti) tahun akademik 2026 telah diumumkan hasilnya, Rabu (8/7) ini. Namun, bagi calon mahasiswa yang belum beruntung di jalur itu jangan berkecil hati.
Sebab perguruan tinggi terbesar di wilayah timur Indonesia itu akan kembali membuka seleksi Mandiri tahap II mulai 10 Juli 2026 besok. Dimana masih tersedianya lebih dari 1.100 kursi pada berbagai program studi (Prodi) untuk tahun akademik 2026.
Kesempatan kedua ini menjadi harapan baru bagi ribuan lulusan SMA/sederajat yang masih ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Unpatti, dengan pilihan Prodi yang beragam dan memiliki peluang kerja di masa mendatang.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc, menjelaskan, total daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026 mencapai 7.041 orang. Namun hingga saat ini, jumlah mahasiswa yang telah mengisi kursi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri berbasis Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) baru sekitar 5.730 orang.
“Karena masih terdapat kursi yang belum terisi, maka Unpatti akan membuka Seleksi Mandiri tahap II pada 10 Juli untuk memenuhi kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini,” ujar Prof. Malle kepada awak media, Rabu (8/7).
Data yang dihimpun menunjukkan, pada jalur SNBP sebanyak 1.475 mahasiswa melakukan daftar ulang, sedangkan melalui jalur SNBT tercatat 1.855 mahasiswa. Sementara itu, pada Seleksi Mandiri UTBK terdapat 3.152 peserta yang mengikuti ujian, namun hanya 2.400 peserta yang dinyatakan lulus.
Dengan masih tersisanya daya tampung yang cukup besar, Unpatti memberikan ruang bagi calon mahasiswa yang sebelumnya belum memperoleh kesempatan untuk kembali bersaing melalui jalur Seleksi Mandiri Tahap II.
Pendaftaran Seleksi Mandiri Tahap II dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 14 Juli 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti ujian pada 15–18 Juli 2026, sementara hasil seleksi diumumkan pada 19–20 Juli 2026.
Meski demikian, tidak semua program studi akan dibuka pada gelombang kedua ini. Menurut Prof. Malle, program studi yang tingkat keterisiannya telah mencapai 85 hingga 100 persen dipastikan tidak lagi menerima pendaftaran.
Sejumlah program studi yang selama ini menjadi favorit calon mahasiswa seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Ilmu Hukum, Teknik Perminyakan, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) telah memenuhi kuota dan ditutup pada Seleksi Mandiri Tahap II.
Disisi lain, pihak universitas mengajak calon mahasiswa untuk mulai melihat peluang yang lebih luas dan tidak terpaku pada program studi favorit semata. Menurutnya, masih banyak program studi yang memiliki prospek cerah dan sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Maluku di masa depan.
Perhatian khusus diberikan kepada program studi di Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan yang hingga kini masih belum menjadi pilihan utama sebagian besar calon mahasiswa. Padahal, kedua bidang tersebut memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah kepulauan seperti Maluku yang kaya sumber daya alam dan kelautan.
“Jangan berpikir kuliah di Pertanian hanya menjadi petani atau di Perikanan hanya menjadi nelayan. Saat ini pertanian dan perikanan telah berkembang dengan teknologi modern, Internet of Things (IoT), serta memiliki peluang kerja yang sangat luas,” jelas Prof. Malle.
Ia menambahkan, transformasi teknologi telah mengubah wajah sektor pertanian dan perikanan secara signifikan. Kebutuhan tenaga profesional yang menguasai teknologi pangan, budidaya modern, hingga pengelolaan sumber daya kelautan terus meningkat seiring perkembangan zaman. (NS)



