Sehari, Dua Kali Gempabumi Guncang MBD & Malteng
ilustrasi_gempa_bumi_2365262

AMBON,Nunusaku.id,- Hanya dalam waktu sehari, Minggu (10/3), gempabumi dua kali mengguncang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten (Malteng) Provinsi Maluku.

Gempa pertama terjadi pukul 12.05 WIT di wilayah Pantai Utara Pulau Wetang-MBD. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,0 SR.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,56° LS ; 129,41° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 28 Km arah Utara Pulau Wetang-MBD pada kedalaman 84 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono katakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa ini menimbulkan guncangan di daerah Pulau Wetang, Pulau Babar dengan skala intensitas III – IV MMI dan daerah Amahai, Maluku Tengah dengan skala intensitas II – III MMI.

Sementara gempa kedua terjadi pukul 19.20 WIT di wilayah Pantai Selatan Maluku Tengah. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,1 SR.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,52° LS ; 129,19° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 170 Km arah Timur Laut Maluku Barat Daya pada kedalaman 145 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kedua gempa yang terjadi ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi di dalam Lempeng Laut Banda,” tandas Daryono.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempabumi magnitude 5,1 SR ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa ini timbulkan guncangan di daerah Amahai, Maluku Tengah dengan skala intensitas III MMI, daerah Pulau Wetang dan Pulau Babar, Maluku Barat Daya dengan skala intensitas III – IV MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat kedua gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” pungkasnya. (NS)

 

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email