
AMBON,Nunusaku.id,- Satu mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), Bagus Adi Prayoga (21) yang sempat hilang pasca longboat atau perahu terbalik di perairan Pulau Wahr Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), akhirnya ditemukan meninggal dunia, beberapa jam pasca kejadian, Selasa (1/7).
Dia adalah mahasiswa fakultas Kehutanan angkatan 2022 yang sedang melaksanakan kuliah kerja nyata-pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) di Desa Manyeuw Malra.
Sebelumnya, insiden tersebut telah lebih dulu merenggut nyawa rekan Bagus, Septian Eka Rahmadi (21) akibat kecelakaan longboat terbalik di perairan Pulau Wahr Malra, pukul 15.28 WIT, Selasa (1/7/25). Lima rekan mereka selamat dari peristiwa naas tersebut.
Kronologis Kejadian
Kecelakaan laut terjadi saat tujuh mahasiswa KKN-PPM UGM bersama lima warga lokal mengambil pasir di Pulau Wahr Maluku Tenggara untuk program revitalisasi terumbu karang, Selasa (1/7) sore.
Usai mengambil pasir, dalam perjalanan pulang, salah satu kapal longboat yang ditumpangi para mahasiswa terbalik karena dihantam gelombang tinggi dan angin kencang.
Lima mahasiswa selamat, satu meninggal, dan satu lainnya sempat hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia, yakni Bagus Adi Prayogo.
Mahasiswa yang ditemukan selamat, 3 diantaranya tengah dirawat di Rumah Sakit (RS) Karel Satsuitubun dan Hati Kudus Langgur.
Mereka yaitu Muhammad Arva Sagara (21 Tahun) dan Ridwan Rahadian (21 Tahun). Sementara seorang lainnya yaitu Afifudin Baliya (24 Tahun).
“Longboat yang terbalik ini mengangkut 12 orang. Lima masyarakat, dan tujuh mahasiswa KKN UGM,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Areis Aminnulla, Rabu (2/7).
Kecelakaan laut berawal saat longboat naas ini bergerak dari Pulau Wear hendak menuju Ohoi/Desa Debut, Kecamatan Manyeu, Kabupaten Malra usai mengambil pasir.
Ditengah perjalanan, longboat tersebut terbalik lantaran dihantam gelombang dan angin kencang.
Dikutip media ini dari Tribunnews.com, pihak UGM menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya dua mahasiswa terbaik, Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayoga.
“Kami kehilangan sosok muda yang penuh potensi dan semangat,” ujar Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM. (NS)





