
AMBON,Nunusaku.id,– Satu lagi sentra ekonomi baru dalam dunia kuliner hadir di Kota Ambon. Adalah Sarang Kawalinya Cafe & Resto, sebuah usaha kuliner yang berlokasi di kawasan Poka, Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (18/8).
Hadir dengan konsep yang mengangkat potensi pangan lokal Maluku, khususnya ikan kawalinya yang menjadi bahan utama dalam berbagai menu yang disajikan, Sarang Kawalinya Cafe and Resto diresmikan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.
Selain menawarkan cita rasa khas berbahan ikan lokal, Sarang Kawalinya juga hadir dengan harga yang relatif terjangkau, termasuk bagi kalangan mahasiswa.
Lokasinya yang strategis di pusat ekonomi dan pendidikan, menjadi salah satu keunggulan tersendiri karena berada pada jalur yang cukup ramai dan mudah diakses masyarakat.
Walikota mengaku, hadirnya Sarang Kawalinya Cafe & Resto menjadi momentum penting karena menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Ambon terus bergerak dan berkembang.
“Kita bersyukur karena sehari setelah memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, dan besok kita akan memperingati HUT ke-81 Provinsi Maluku, grand opening Sarang Kawalinya Cafe & Resto hadir di Kota Ambon,” katanya.
Menurutnya, semakin bertambahnya usaha baru, khususnya di sektor kuliner, menjadi tanda positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Ambon yang sangat bergantung pada sektor jasa dan perdagangan.
“Kota Ambon tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti kabupaten-kabupaten lain. Karena itu, kita sangat bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan. Usaha-usaha seperti ini, terutama di bidang kuliner, menjadi bagian penting yang menopang perekonomian Kota Ambon,” jelasnya.
Walikota pun memberi apresiasi dan dukungan kepada pemilik Sarang Kawalinya Cafe & Resto beserta keluarga karena telah berani membuka usaha sekaligus mengangkat potensi pangan lokal Maluku.
Ia menilai, ikan kawalinya yang bagian dari kekayaan hasil laut Maluku memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kuliner bernilai ekonomi.
“Ikan kawalinya ini sebenarnya jenis ikan yang banyak terdapat di perairan kita. Walau sering ditangkap nelayan dalam jumlah banyak, ikan ini tetap jadi bagian dari kekayaan hasil laut Maluku dan Kota Ambon. Selain memiliki nilai ekonomis, ikan ini juga miliki kandungan protein yang tinggi,” ungkapnya.
Ia berharap, Sarang Kawalinya Cafe and Resto dapat menjadi pilihan kuliner baru bagi masyarakat Kota Ambon maupun para wisatawan dan pendatang yang berkunjung ke daerah ini.
Walikota juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali kekayaan lokal, baik dari sisi kuliner, budaya maupun adat istiadat, agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi mendatang.
“Semua yang terkait dengan kekayaan alam, budaya dan adat istiadat Maluku dan Kota Ambon harus kita hidupkan kembali. Tujuannya supaya anak-anak dan cucu kita tidak lupa dengan apa yang pernah ada dan menjadi ciri khas kita,” katanya.
Lebih lanjut, Walikota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus menciptakan iklim investasi yang ramah bagi para pelaku usaha.
Menurutnya, pertumbuhan usaha baru akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Ambon ramah investasi. Kita memberikan karpet merah kepada para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Kota Ambon,” tegasnya.
Namun, ia mengingatkan, pertumbuhan usaha kuliner harus berjalan beriringan dengan kebersihan, keamanan dan kenyamanan kota.
Ia mencontohkan, banyaknya restoran dan kafe tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila lingkungan di sekitarnya tidak terjaga.
“Kalau Ambon kotor, siapa yang mau datang ke Ambon? Walaupun restoran tersedia di mana-mana, tetapi kalau di depan jalan sampah bertebaran, siapa yang mau masuk ke restoran dan makan?” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan Kota Ambon agar semakin banyak wisatawan maupun masyarakat dari luar daerah yang tertarik berkunjung.
Menurut Wattimena, wisatawan yang datang ke Ambon tidak hanya membutuhkan destinasi wisata, tetapi juga pengalaman kuliner yang berbeda.
“Kalau makan capcay dan makanan lainnya itu sudah biasa, karena ada di mana-mana. Tetapi kalau kuliner berbahan ikan kawalinya, belum tentu ada di tempat lain. Ini yang harus kita dorong menjadi sesuatu yang khas dari Kota Ambon,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon saat ini berada pada angka 6,09 persen, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku dan nasional.
Ia berharap, munculnya berbagai usaha baru seperti Sarang Kawalinya Cafe & Resto dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapan kita dengan semakin bertumbuh dan berkembangnya cafe dan resto di Kota Ambon, mudah-mudahan ini dapat mendukung dan menopang perekonomian Kota Ambon,” tuturnya.
Ia juga menilai Sarang Kawalinya memiliki lokasi yang cukup strategis karena berada di jalur yang menghubungkan berbagai kawasan penting, termasuk akses menuju dan dari Bandara Pattimura.
“Tinggal bagaimana kita mempromosikannya. Lokasinya sangat strategis. Orang yang mau ke bandara bisa melewati sini, begitu juga orang dari bandara bisa melewati kawasan ini,” katanya.
Ia berharap usaha itu dapat berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, serta ikut memperkuat perekonomian Kota Ambon.
“Pemerintah Kota Ambon mengucapkan selamat dan sukses. Semoga Sarang Kawalinya Cafe & Resto terus berkembang dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Kota Ambon,” pungkas Bodewin. (NS-02)










