Safari Ramadhan Perdana di Hitu, Gubernur HL: Dipilih Selektif, Punya Nilai Historis
InShot_20250307_204500990

AMBON,Nunusaku.id,- Setelah cukup lama tertenti, pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku dibawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath kembali menggalakan safari Ramadhan 1446 H.

Safari Ramadhan perdana ini menyasar masyarakat Negeri Hitu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Jum’at (7/3/25). Masyarakat Hitu begitu antusias menyambut safari Ramadhan yang dirangkai dengan gerakan pangan murah (GPM) dan edukasi keuangan syariah.

Gubernur dan Wagub kompak hadir bersama menggunakan baju koko putih dan kopiah, ditemani Ketua Tim Penggerak PKK Maluku, Ny Maya Baby Lewerissa dan Ketua Dharma Wanita Provinsi Maluku, Ny. Rohani Vanath.

Juga hadir di momen itu Forkopimda Maluku, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, Kepala OJK Maluku, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Anggota DPRD Maluku Rofik Afifudin serta Sekda Maluku, Sadali Ie dan pimpinan OPD Pemprov Maluku.

Raja Hitu Lama, Salhana Pellu menyambut baik dan positif digelarnya safari Ramadhan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi Pemprov Maluku dan stakeholder terkait dengan menyasar khusus masyarakat Negeri Hitu.

“Mewakili masyarakat, saya sampaikan terima kasih banyak kepada bapak Gubernur dan pa Wagub yang perdana lakukan safari Ramadhan disini. Tentu khusus pasar murah yang ada sangat membantu masyarakat, karena kebutuhan sangat besar dan tinggi di Ramadhan dan jelang Idul Fitri,” akunya.

Sementara, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa katakan, safari Ramadhan diawali di Negeri Hitu karena salah satunya secara historis merupakan pusat perkembangan sejarah peradaban Islam di Maluku khususnya di Jazirah Leihitu.

Tetapi juga karena negeri ini memiliki modal sosial kultural yang sangat kaya dan eksotis.

“Ditengah maraknya konflik antar negeri yang marak terjadi, kedua negeri ini (Hitulama dan Hitumessing) bisa dijadikan sebagai role model, teladan dan panutan dalam membangun relasi antar negeri-negeri di Maluku,” sebut Lewerissa.

Menurut Gubernur, perbedaan pilihan politik itu sesuatu yang wajar dan manusiawi. Itu adalah hak demokrasi yang dilindungi Undang-undang.

“Saatnya katong rajut dan perkuat kembali ikatan persaudaraan ini, baik yang memberi dukungan secara langsung kepada saya dan pa Vanath, maupun tidak. Mari katong samua bakukele dan badati untuk bangun negeri Maluku yang kita cintai,” ajaknya.

Dikatakan, pemilihan lokasi pasar murah memang sengaja dipilih selektif dan terukur. Tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, sebab bisa seperti pedang bermata dua.

Distributor satu berikan harga murah, yang lain potong pedagang lain punya kesempatan mencari untung dan mereka mengeluh.

“Saya berharap, safari Ramadhan yang dirangkai dengan edukasi keuangan syariah dan GPM ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Diharapkan, momen Ramadhan menjadikan umat Islam bisa intropeksi diri untuk jadi lebih baik kedepan,” jelasnya.

“Jalankan ibadah puasa ini dengan baik agar bisa maknai hikmahnya. Tak lupa, saya minta tingkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama. Saling memahami, percayai, hormati dan membanggakan sebagai orang basudara,” pungkas Lewerissa. (NS)

Views: 72
Facebook
WhatsApp
Email