
AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa merespons cepat dan mengambil sikap tegas terkait maraknya kasus pencurian yang menimpa pedagang di Gedung Putih Pasar Mardika.
Langkah tegas Gubernur itu dengan langsung menginstruksikan evaluasi total serta memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Jais Elly untuk segera berkantor di gedung pasar Mardika.
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengaku, arahan tersebut telah disampaikan Gubernur beberapa hari sebelum kasus ini mencuat luas ke publik. Fokus utama pembenahan dimulai dari internal pengelolaan pasar.
“Gubernur sudah arahkan agar dilakukan evaluasi menyeluruh. Dari hasil kajian cepat, pembenahan harus dimulai dari dalam, terutama pada sumber daya manusia di unit pengelola Pasar Mardika,” ujar Kasrul, Selasa (24/3/26).
Diakui Kasrul, Pemprov Maluku saat ini tengah berproses memperbaiki kualitas dan kuantitas SDM, guna memastikan sistem pengelolaan pasar berjalan lebih baik dan profesional ke depan.
Sebagai langkah konkret, pasca libur Idul Fitri, Kadisperindag diperintahkan untuk berkantor sementara di Mardika. Kebijakan ini diambil agar pimpinan dinas dapat melihat langsung kondisi lapangan dan mengidentifikasi berbagai persoalan yang selama ini terjadi.
“Dengan berkantor di pasar, kepala dinas bisa menganalisa lebih mendalam, memantau langsung situasi, termasuk aspek pengamanan dan kebersihan,” jelasnya.
Selain maraknya pencurian, persoalan lain yang turut menjadi sorotan kata Kasrul, adalah pengelolaan sampah di kawasan pasar. Kehadiran langsung pejabat terkait diharapkan mampu meningkatkan pengawasan, termasuk optimalisasi sistem keamanan seperti CCTV.
Disisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang yang mengalami kerugian akibat kehilangan barang dagangan akibat dicuri.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang yang terdampak. Saat ini pemerintah sementara melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tegas Kasrul.
Langkah cepat ini tegaskan komitmen Pemprov Maluku terutama Gubernur dalam menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di Pasar Mardika sebagai pusat perdagangan utama di Kota Ambon. (NS)









