
AMBON,Nunusaku.id,- Penataan secara komprehensif terhadap kawasan tambang emas Gunung Botak Pulau Buru dari Penambang Emas tanpa ijin (PETI) alias ilegal terus dilakukan Tim Terpadu Provinsi Maluku.
Komitmen itu ditandai dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bersama Komando Daerah Militer XV/Pattimura yang menertibkan aktivitas penambangan pada tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru sedari 27 April hingga 14 Mei 2026 mendatang.
Tim melakukan pengosongan lahan tambang ilegal Gunung Botak serta penyisiran area base camp, termasuk lokasi pemurnian emas. Dari hasil penyisiran, tim juga menemukan adanya lokasi penjualan minuman keras serta praktik prostitusi.
Selain itu, tim juga mengamankan 16 warga negara asing (WNA) asal China yang diduga terlibat. Mereka langsung diserahkan ke pihak Imigrasi.
Sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab bersama untuk menata kawasan Gunung Botak agar sesuai fungsinya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bertemu secara khusus Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto di ruang kerjanya, Senin (4/5).
Pertemuan dua petinggi daerah itu berlangsung hangat, penuh kebersamaan kurang lebih satu jam.
Gubernur mengaku, tak hal spesial dalam cakapan bersama Pangdam. Hanya sebatas Koordinator dan anggota Forkopimda untuk mencakapkan beberapa hal strategis, salah satunya penataan kawasan Gunung Botak.
“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada teman-teman dari TNI dan Polri yang bekerja keras menertibkan kawasan Gunung Botak,” tandas Lewerissa.
Sejauh ini menurut Gubernur, penertiban kawasan Gunung Botak jauh lebih efektif dan terencana, dibandingkan dengan penertiban yang dilakukan di masa lalu.
Semua karena sinergitas dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak untuk menjadikan kawasan Gunung Botak jauh lebih bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat serta daerah.
“Hari Rabu, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) akan ke Buru untuk meninjau langsung lokasi terkini kawasan Gunung Botak. Benar atau tidak kondisi di lapangan sudah bersih sesuai laporan,” tegasnya.
Hasil pantauan langsung itu tambahnya, akan jadi pijakan bagi Forkopimda untuk melakukan langkah-langkah taktis selanjutnya.
“Apresiasi saya atas dukungan Polri dan TNI, Kejati dan juga Kabinda Maluku. Semua teman-teman Satgas Penertiban, termasuk juga Pemda Kabupaten Buru dan Provinsi,” jelas Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur menambahkan, penataan kawasan Gunung Botak agar dikembalikan sesuai fungsi dan peruntukannya, berangkat dari kerjasama dalam spirit kolaborasi Forkopimda bagi kebaikan Maluku.
“Sinergi dan kolaborasi itu satu-satunya syarat bagi pimpinan di Maluku, anggota Forkopimda untuk senantiasa memiliki relasi yang baik, kerjasama yang saling konstruktif dan positif harus senantiasa saling kita jaga,” demikian Gubernur. (NS)





