
AMBON,NUNUSAKU.ID,— Penumpang kapal penyeberangan lintasan Hunimua–Waipirit kini semakin mudah menikmati layanan ruangan VIP. Perumda Panca Karya resmi memberlakukan pembayaran non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai Agustus 2026.
Penerapan sistem pembayaran digital tersebut berlaku pada tiga armada, yakni KMP Sardinela, KMP Tanjung Koako, dan KMP Tatihu.
Dengan QRIS, penumpang tidak lagi harus menyiapkan uang tunai untuk menggunakan fasilitas ruangan VIP. Pembayaran cukup dilakukan dengan memindai kode QR, sehingga transaksi berlangsung lebih cepat dan praktis.
Direktur Operasional Perumda Panca Karya, Sjaifudin Goo mengatakan, penerapan QRIS tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada pengguna jasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat transparansi dan pengendalian internal.
“Penerapan QRIS ini menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan transparansi dalam pengelolaan transaksi sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Sjaifudin di Ambon, Minggu (27/9/26).
Menurutnya, sistem pembayaran digital memungkinkan setiap transaksi tercatat secara elektronik. Dengan demikian, penerimaan dari layanan VIP maupun Bisnis dapat dipantau secara lebih akurat.
Data transaksi tersebut juga menjadi basis untuk mengetahui jumlah pengguna layanan sekaligus nilai penerimaan perusahaan. Selanjutnya, data itu dapat dicocokkan secara berkala dengan jumlah riil pengguna jasa.
Sjaifudin menjelaskan, digitalisasi transaksi juga diarahkan untuk mempersempit potensi kebocoran penerimaan yang dapat terjadi dalam sistem pembayaran karcis secara manual.
Melalui QRIS, setiap pembayaran memiliki jejak transaksi elektronik yang dapat ditelusuri. Sistem tersebut diharapkan semakin memperkuat pengawasan terhadap penerimaan perusahaan, terutama pada layanan tambahan seperti ruangan VIP dan Bisnis.
Perumda Panca Karya berharap penerapan pembayaran digital ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan transportasi penyeberangan yang lebih modern, tertib, transparan, sekaligus mudah diakses masyarakat.
Bagi penumpang, perubahan tersebut terbilang sederhana. Tidak perlu repot menyiapkan uang tunai untuk menikmati layanan VIP. Cukup scan, bayar, dan perjalanan menjadi lebih nyaman.
Penerapan QRIS pada tiga armada ini menjadi langkah awal Perumda Panca Karya dalam mendorong sistem transaksi yang lebih tertib serta menghadirkan layanan transportasi yang mengikuti perkembangan teknologi. (NS)



