
Program “Genting” Sukses di Maluku,
Jakarta,Nunusaku.id,- Suasana siang cerah menaungi langit Ibukota Jakarta merambah hingga ke jalan Rasuna Said Jakarta Selatan (Jaksel) tepat di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Hilir mudik pejabat pusat serta daerah masuk keluar gedung dengan pengawalan ekstra, menunggu datangnya orang nomor dua di Indonesia, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Hadir bersama Wapres, Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), M. Pratikno, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.
Tak ketinggalan para kepala daerah, Gubernur/Bupati/Walikota se-Indonesia turut hadir disana, termasuk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL). Sebab bertepatan dengan Rapat Koordinasi (Rakornas) percepatan penurunan stunting tahun 2025.
Rakornas ini mengusung tema “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Indonesia”.
Momen itu sangat istimewa khusus bagi Provinsi Maluku yang masuk regional III. Lantaran Gubernur HL dipanggil naik sepanggung dengan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Dardak dan perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan menerima penghargaan dari BKKBN.
Penghargaan diserahkan langsung Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji kepada Gubernur HL selalu tim pengendali “Genting” yang dinilai sukses mengimplementasikan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Sekadar diketahui, Gubernur Hendrik sudah mengeluarkan surat edaran (SE) no. 400.7.13.5/89 thn 2025 tentang partisipasi dalam Genting, yang merupakan dukungan nyata Gubernur terkait pelaksanaan program Genting di Maluku.
“Genting” di Maluku tertinggi untuk progres capaiannya dan sudah ada Tim Pengendali “Genting” di Provinsi dan 11 Kabupaten/Kota.

“Tanpa sinergi dan kolaborasi dari Bupati dan Walikota bersama Gubernur dan Pemerintah Provinsi, belum tentu kami mendapat penghargaan ini. Ini hasil kerjasama, konsistensi dan kolaborasi bersama,” sebut Gubernur dengan syukur dan sukacita.
Selain pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, kesuksesan atas raihan penghargaan program “Genting” ini juga menurut Gubernur, tidak lepas dari dukungan dunia usaha/swasta, akademisi, pers dan masyarakat atau sinergi pentahelix.
“Secara nasional, angka prevalensi stunting per tahun 2024 berada di angka 19,8 persen. Ini capaian luar biasa di setahun pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran. Apalagi pemerintah Indonesia berkomitmen turunkan prevalensi stunting menjadi 14,2 persen pada 2029. Komitmen yang sama pun dari kami pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk turunkan prevalensi stunting di Maluku,” tegas Lewerissa.
Bukan saja pemerintah, tetapi juga tim penggerak PKK Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Kecamatan selaku mitra, tim pengendali “Genting” hingga kader posyandu juga memiliki peran sangat penting dalam upaya mengendalikan dan menurunkan prevalensi stunting di Maluku.
“Tugas dan tanggungjawab kita untuk mengawal setiap program dan kebijakan dalam rangka pengendalian dan penurunan prevalensi stunting di Maluku belum berakhir. Perlu kerjasama, kolaborasi dan sinergi yang konsisten dari semua stakeholder, tidak bisa sendiri. Itu kuncinya,” tegas Lewerissa penuh optimis.
Penghargaan Gubernur Maluku selaku kepala daerah Peduli Program “Genting” ini juga jadi momentum atau titik tolak bagi pemerintah dan seluruh stakeholder dalam menggenjot program-program lain yang relevan, yang bertujuan akhir menurunkan stunting di Maluku.
Mengawal implementasi program makan bergizi gratis (MBG) bagi siswa/i, ibu hamil dan ibu menyusui jadi prioritas nasional dan daerah untuk dijalankan.
Hingga program “Manggurebe Biking Bae Rumah” guna mewujudkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah pedesaan menjadi komitmen Gubernur HL menjadikan anak-anak Maluku cerdas dan sehat, serta hunian layak diperoleh agar terhindar dari gagal tumbuh dan miskin ekstrim. (NS)





