Polisi Janji Tangkap Pelaku Penganiayaan Mahasiswa UIN AMSA Ambon
IMG-20250825-WA0110

AMBON,Nunusaku.id,- Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi membenarkan terjadinya penganiayaan terhadap GR (23), mahasiswa Universitas Islam Negeri A.M Sangadji Ambon (UIN AMSA).

Penganiayaan yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) pada Rabu (19/11) pukul 02.05 WIT menyebabkan luka pada beberapa bagian tubuh korban.

Peristiwa bermula ketika korban diketahui sedang dalam perjalanan pulang dari lokasi pesta wisuda salah satu warga di wilayah Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Saat melintas di depan SMP Muhamadiyah, korban dan saksi dikeroyok sekelompok pemuda namun korban dan saksi RR berhasil melarikan diri.

Kemudian ketika korban dan saksi tiba di lokasi kejadian (lorong putri mendekati mesjid Nurul Iman) tiba-tiba datang dua pemuda tak dikenal berboncengan menggunakan sepeda motor.

Salah satu pemuda membawa sebilah parang mengejar korban dan langsung melakukan penganiayaan. Melihat korban terjatuh, saksi langsung berteriak minta tolong.

“Mendengar teriakan saksi, para pelaku langsung melarikan diri,” urai Umasugi menuturkan kronologi kejadian.

Warga sekitar yang tahu kejadian itu bersama saksi kemudian memberi pertolongan pertama dan membawa korban ke Rumah sakit Bhayangkara untuk mendapat pertolongan.

Peristiwa ini langsung dilaporkan ke aparat kepolisian, yang kemudian turun ke TKP dan melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang ada di TKP.

Umasugi menegaskan, kasus ini telah ditangani kepolisian dan masuk dalam prioritas penanganan.

“Benar telah terjadi penganiayaan terhadap korban oleh OTK. Saat ini, polisi tengah lakukan serangkaian tindakan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas serta menangkap para pelaku,” jelasnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Karena itu Umasugi meminta keluarga korban serta masyarakat luas untuk bisa menahan diri dan tidak melibatkan kelompok atau komunitas tertentu dalam menyikapi peristiwa tersebut.

“Kami memahami emosi keluarga korban. Namun kami mengimbau agar serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” pintanya.

“Apabila ada masyarakat yang mengetahui tentang kejadian tersebut bisa membantu memberikan informasi kepada kami,” demikian Umasugi. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email