
AMBON,Nunusaku.id,- Proses Kaderisasi Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) kembali mendapat perhatian serius melalui pelaksanaan Pendidikan Kader Jenjang Dasar (PKJD) yang diselenggarakan Pengurus AMGPM Daerah Kota Ambon Cabang Syaloom.
Ketua AMGPM Cabang Syaloom, Fredy Tuhehay mengatakan, kegiatan yang akan berlangsung selama tiga (3) hari ini, 23-25 Agustus 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan kader-kader muda yang memiliki pengetahuan, karakter, tanggungjawab, serta mampu berkontribusi bagi Gereja dan jemaat.
“Kegiatan ini bisa terlaksana berkat dukungan Ketua PHMJ dan Majelis Jemaat, Pengurus Daerah, Bakopel, pimpinan wadah pelayanan/organisasi, para senior serta pihak sponsor yaitu Pemerintah Kota Ambon, pa Aditya Sahuburua dan pa Swenly Hursepuny, Bank Maluku-Malut Cabang Utama Ambon hingga pimpinan Artades,” tandas Tuhehay dalam pidatonya.
Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon, Vembriano Lesnussa menyampaikan apresiasi atas kerja pengurus cabang yang telah mempersiapkan dan mengkoordinasikan seluruh kebutuhan sehingga kegiatan PKJD dapat terlaksana.
Menurutnya, kaderisasi merupakan program penting Angkatan Muda yang terus dikembangkan dari waktu ke waktu, termasuk melalui penyempurnaan kurikulum dan sistem pendidikan kader.
Ia menjelaskan, perubahan Peraturan Organisasi nomor 5 tentang Sistem Pendidikan Kader membawa konsekuensi terhadap pelaksanaan PKJD. Jika sebelumnya pendidikan kader hanya berlangsung dalam waktu relatif singkat, kini prosesnya mulai dikembangkan menjadi pendidikan yang lebih terstruktur dan memiliki tahapan serta materi yang lebih lengkap.
“PKJD dengan perubahan peraturan organisasi sudah mulai dikonsepkan sebagai bentuk pendidikan khusus bagi kader, dengan sejumlah materi yang harus diterima peserta,” tandas Lesnussa saat membuka PKJD Cabang Syaloom tahun 2026 di Gereja Syaloom, Minggu (23/8).
Dalam pelaksanaan PKJD kali ini, kata dia, peserta akan mendapatkan sekitar 16 materi. Karena itu, seluruh peserta dari ranting dan cabang diminta mengikuti setiap tahapan secara serius hingga kegiatan berakhir.
Kehadiran peserta menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kelulusan. Selain kehadiran, peserta juga akan mengikuti evaluasi dan penilaian terhadap materi yang telah diberikan.
“Sehingga kami berharap peserta agar tidak meninggalkan satu pun materi, karena keikutsertaan secara menyeluruh menjadi bagian dari standar kelulusan Pendidikan Kader,” ingatnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom, Pendeta L.F Samual, S.Th tegaskan, pendidikan kader tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan formalitas.
Para peserta diharapkan menjadikan proses pendidikan sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan, membentuk karakter kepemimpinan, serta mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan kader pada jenjang berikutnya.
“Teman-teman peserta harus serius. Materi yang disajikan dalam pendidikan kader harus diikuti secara menyeluruh, karena jenjang pendidikan ini menjadi dasar untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” pesannya.
Samual berharap, proses kaderisasi itu mampu melahirkan kader-kader muda di Jemaat GPM Syaloom yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga mampu berpikir kritis, memahami kondisi jemaat, serta memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan.
Pendidikan kader, lanjutnya, memiliki arti strategis bagi masa depan Angkatan Muda. Kader-kader yang mengikuti proses tersebut diharapkan dapat menjadi generasi yang semakin matang dan mampu memberi dampak positif bagi kehidupan Gereja, khususnya ditengah-tengah jemaat.
“Kita berharap dari pendidikan kader ini ke depan Angkatan Muda kita akan menjadi lebih baik dan semakin berdampak bagi Gereja secara khusus di tengah-tengah jemaat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pendeta Samual mengapresiasi seluruh pengurus cabang yang telah bekerja mempersiapkan kegiatan, termasuk kepada pemerintah dan jemaat yang memberi dukungan terhadap pelaksanaan PKJD ini.
Dukungan seluruh pihak dinilai penting agar proses kaderisasi dapat berlangsung secara berkelanjutan, termasuk dalam mempersiapkan pendidikan pada jenjang dasar maupun jenjang lanjutan.
Dirinya juga menegaskan komitmen untuk terus mendukung AMGPM dalam menjalankan tanggungjawab pelayanan.
“Sebagai bagian dari proses kaderisasi, jangan berhenti setelah menyelesaikan pendidikan yang sedang diikuti, tetapi terus kembangkan diri dan mengambil bagian dalam berbagai tugas pelayanan,” demikian Samual.
Dengan terlaksananya PKJD Cabang Syaloom, diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang lulus secara administratif, tetapi benar-benar melahirkan kader muda yang memiliki kapasitas, integritas, kepedulian, dan kesiapan untuk mengambil bagian dalam pelayanan Gereja serta kehidupan masyarakat.
Selama tiga hari PKJD ini, ke-58 peserta akan dibekali 16 materi yang meliputi Sejarah Gereja Protestan Maluku, Sejarah AMGPM, Konstitusi AMGPM (AD/ART), Peraturan Organisasi (PO) 1 (Sistem, mekanisme, keanggotaan dan kelembagaan AMGPM), PO 2 (Sistem Administrasi AMGPM), PO 3 (Sistem Pengelolaan Keuangan AMGPM), PO 4 (Uraian Tugas Pengurus AMGPM), PO 5 (Sistem Pendidikan Kader AMGPM), PO 6 (Tata Tertib Lembaga Legislatif AMGPM).
Etika Kristen, Kapasitas Pengelolaan Media Sosial, Public Speaking, Teori Kepemimpinan dan Kepemimpinan Kristen, Mutual Invitation, Iman Kristen dalam Konteks Sosial Budaya dan Teknik Memimpin Sidang. (NS)










