Pesparawi XI Maluku, Dewan Juri Diharapkan Nilai dengan Takut Tuhan
IMG-20250217-WA0009

AMBON,Nunusaku.id,- Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XI tingkat Provinsi Maluku tahun 2025 resmi dibuka Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie di Gedung Teater Taman Budaya Kota Ambon, Senin (17/2).

Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan tifa itu, Sadali turut didampingi Kakanwil Kemenag Maluku, M. Yamin, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Maluku Paulus Kastanya, Penjabat Walikota Ambon Dominggus Kaya dan Ketua Panitia Pelaksana, Robby Sapulette.

“Pesparawi XI tingkat Provinsi Maluku ini melombakan 11 kategori, dan diikuti 9 kontingen atau Kabupaten/Kota. Dua Kabupaten yang berhalangan ialah Seram Bagian Timur (SBT) dan Buru,” tandas Sapulette.

Ketua LPPD Maluku Paulus Kastanya berharap, semua peserta dan official dapat berlomba dengan sportif dan tetap utamakan spirit sebagai pemuja dan pemuji Tuhan.

“Jika berhasil, jangan berbangga. Namun bagi yang belum berhasil, terus berlatih dan berlatih agar semakin lebih baik kedepan. Serta tidak boleh berhenti sebagai pemuja/i Tuhan,” pintanya.

 

Lebih lanjut mantan Kadinsos Maluku itu berharap, kualitas hasil Pesparawi XI tingkat Provinsi ini ke tingkat nasional di Manokwari Papua Barat juga ditentukan oleh dewan juri yang menilai.

“Kepala dewan juri saya berharap gunakan tanggungjawab ini dengan takut Tuhan. Sebab kualitas kita ke event Pesparawi Nasional Juni mendatang, tergantung hasil penilaian dewan juri tiap kategorinya,” harap Kastanya usai melantik para dewan juri.

Diketahui, dewan juri ini terdiri dari sejumlah musisi kawakan Maluku. Sebut saja Ronny Loppies, Direkrut Ambon Music Office (AMO), Branckly Egbert Picanussa, Komposer dan Wakil Rektor III IAKN Ambon, Igor Tuhumena, gitaris JP Band dan pencipta lagu.

Kemudian Butje Tomaluweng, Syeane Lawalata, Deetje Matulapelwa, Henry Marijes Sopacua, Pieter Salenussa, Jerry van Harling dan Valentino Latupapua.

Sementara itu, Pj Gubernur Sadali Ie menilai, Pesparawi merupakan salah satu sarana bagi umat Kristen untuk lebih mengenal dan mengembangkan bakat seni suara serta potensi bermusik yang dimiliki warga Gereja Protestan. Serta memperkuat kerukunan dan persaudaraan antar sesama.

“Ini menjadi bukti peran serta Gereja dalam pembangunan mental dan spiritual umat di Maluku. Karenanya event Pesparawi harus dipandang sebagai pesta rohani lebih dari sebuah festival yang cenderung mengutamakan pertandingan dan mengejar piala/juara,” tandas Sadali. (NS)

 

 

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email