
AMBON,Nunusaku.id,- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Yapono diminta untuk menyampaikan secara terbuka ke masyarakat terkait wilayah atau area mana saja yang masih berada pada ambang batas krisis air.
Permintaan itu diungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Cristianto Laturiuw. Menurutnya, keterbukaan sangat penting dalam sebuah pelayanan publik, apalagi persoalan air bersih menjadi masalah paleng fundamental masyarakat yang tidak boleh diabaikan.
“Susahnya dimana jika hal yang baik tidak perlu ditutup-tutupi. Sampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar mereka juga tahu,” kata Laturiuw via sambungan seluler, Sabtu (23/3).
Ketika itu sudah disampaikan, akui Laturiuw, masyarakat pasti memahami. Selanjutnya tinggal pihak Perumda Tirta Yapono perlu juga untuk menjelaskan terkait cara penanganannya seperti apa.
“Sebab yang diketahui bersama bahwa persoalan air bersih ini selalu dikeluhkan oleh warga pelanggan,” tukas politisi Gerindra itu.
Dia menciptakan, di tahun 2023 lalu, surat yang masuk ke komisi II sebagian besar berisi tentang aduan pelayanan air bersih di Kota Ambon.
Tentu, Perumda sebagai pihak yang bertanggungjawab sudah harus melihat ini sebagai sebuah pekerjaan rumah untuk kemudian dituntaskan.
“Apalagi kita kan tahu bahwa investasi untuk bidang ini tidak kecil. Makanya perlu keseriusan disini,” pintanya.
Disisi lain, perbaikan tata kelola manajemen internal juga tak kalah penting. Karena itu dirinya menyambut baik langkah Pemkot Ambon yang membuka seleksi calon direktur Perumda Tirta Yapono.
“Kami memang mendukung dan kalau bisa dipercepat tahapan tes nya. Namun, yang jadi fokus kita, manajemen kinerja itu harus diperbaiki,” tukasnya.
Dia berharap, para pelamar nantinya benar-benar punya kapasitas dan memiliki visi, komitmen kuat untuk memperbaiki tata kelola manajemen serta mampu mengatasi persoalan krisis air bersih di Kota Ambon. (NS)



