Persidangan XXXII Jemaat GPM Syaloom; Momentum Evaluasi Tahunan-Sahkan Rencana Pelayanan 2026-2030
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

AMBON,JemaatSyaloom,- Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Syaloom Klasis Kota Ambon menggelar persidangan XXXII tahun 2026, Minggu (8/2/26).

Sidang dibuka anggota Majelis Pekerja Klasis (MPK) Kota, Pendeta Nathan Siwalette, ditandai dengan touch screen, yang didampingi Ketua Majelis Jemaat, Pendeta L.F. Samual, S.Th, Ketua panitia pelaksana sidang XXXII, Domilisja Manuhutu, Staf ahli Walikota Ambon bidang pemerintahan dan pelayanan publik, Alex Hursepuny serta perwakilan Camat Sirimau.

Persidangan XXXII mengusung tema lima tahunan yaitu “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja menuju satu abad GPM (I Petrus 5:10)”.

Pendeta Nathan katakan, MPK Klasis Kota Ambon berterima kasih kepada Jemaat-Jemaat termasuk pelayan dan umat di Jemaat Syaloom atas dukungan terhadap seluruh program dan pelayanan yang dilakukan. Harapannya, dukungan itu terus diberikan guna menopang pelayanan hingga lima tahun pelayanan.

Karena itulah, tahun ini dalam persidangan sebagai lembaga pengambilan keputusan tertinggi akan pula disahkan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2026-2030 sebagai dokumen penting bagi Majelis Jemaat sebagai mandataris persidangan guna membawa arak-arakan pelayanan lebih baik kedepan.

“Tingginya kasus kekerasan perempuan, anak dan rumah tangga tunjukkan adanya krisis dalam pembinaan keluarga. Tolong evaluasi, apakah tiap pagi dan sore baca firman Tuhan, Binakel jalan atau tidak, belajar malam. Itu sangat penting. Maka diminta program penguatan spiritual umat perlu ditingkatkan agar bermakna dan berdampak bagi Jemaat,” jelasnya.

Tak lupa, dirinya uga menyoroti persoalan sampah yang masif terjadi di kota ini. Paling penting mendorong perubahan perilaku umat, sebab bukan saja tanggungjawab pemerintah. Hal lain pula terkait ketahanan bencana hingga persoalan pemberdayaan ekonomi umat.

“Ini masalah serius yang harus disikapi di sidang Jemaat. Juga tak kalah penting bagaimana kita pikirkan desain formula mempersiapkan SDM jemaat untuk masuk ke ranah strategis, politik, kampus hingga pemerintahan, agar kita tidak kalah saing dengan orang luar,” pintanya.

Sementara itu, Pendeta L.F Samual menyebut, sidang XXXII tahun ini selain mendengar laporan monitoring dan evaluasi (Moneva) pertanggungjawaban pelayanan dan keuangan tahun 2025, tetapi juga akan menetapkan RPPJ tahun 2026-2030 yang telah di-uji publikan sebagai dokumen pelayanan kedepan.

“Majelis Jemaat berterima kasih atas kerja keras tim Balitbang yang bisa hasilkan RPPJ ini dengan baik. Demikian pula dukungan umat sehingga Renstra 2020-2025 telah tuntas. Kedepan tantangan pelayanan kita semakin besar, butuh kerjasama dan ketekunan kita,” tandasnya.

Sementara, Staf Ahli Walikota Alex Hursepuny menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berharap melalui sidang XXXII Jemaat Syaloom ini, bisa melahirkan program-program strategis yang dapat mendukung dan mensukseskan visi misi serta 17 program prioritas Walikota-Wakil Walikota.

“Pemkot tidak bisa berkerja sendiri untuk memajukan Ambon. Butuh peran serta semua pihak terutama masyarakat. Dukungan warga kota terutama di Jemaat Syaloom sangat diharapkan agar bisa mewujudkan Ambon Par Samua yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua panitia pelaksana sidang ke-XXXII Domilisja Manuhutu dalam laporannya katakan, sidang ini dihadiri peserta biasa dan luar biasa. Mereka terdiri dari unsur Majelis Jemaat, MPK, perutusan sektor, wadah organisasi, tim-tim kerja, lembaga permanen dan non permanen tingkat Jemaat.

“Sebelum bersidang, panitia telah lebih dulu memfasilitasi dilakukannya penjelasan Sub Tema serta Pra sidang yang diikuti peserta sidang, serta penelaahan alkitab (PA) di ibadah sektor. Maka diharapkan para peserta bisa manfaatkan waktu sebaik mungkin sehingga bisa selesai sesuai target,” jelas Manuhutu.

Tak lupa panitia pelaksana tambahnya, berterima kasih atas dukungan dan bantuan para donatur yang membantu terselenggaranya persidangan XXXII ini antara lain Anggota DPD-RI dapil Maluku Novita Anakotta, Anggota DPR-RI dapil Maluku Alimudin Kolatlena, Anggota DPRD Maluku Allan Lohy dan Rimaniar Hetharia, Dr. Michael Wattimena, MM, Pemerintah Kota Ambon, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Patrick Moenandar dan Anggota DPRD Kota Ambon fraksi Perindo Hary Far-far, Ketua dan Majelis Jemaat GPM Syaloom. (NS)

Views: 8
Facebook
WhatsApp
Email