Perkuat Layanan 6 SPM, Tim Posyandu Maluku Bina Kader di "Depok"
IMG-20251025-WA0094

AMBON,Nunusaku.id,- Dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, tim Pembina Posyandu Maluku melaksanakan pembinaan kader posyandu di Kota Ambon.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Poka, Sabtu (25/10/25), sebagai bagian dari implementasi layanan Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kota Ambon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pembina Posyandu Maluku Ny. Maya Baby Lewerissa, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua TP-PKK Kota Ny. Lisa Wattimena, pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kota Ambon, Camat se-Kota Ambon, kepala desa, serta kader posyandu se-Kota Ambon.

Maya Baby Lewerissa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan seluruh kader Posyandu yang telah bekerja keras dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

“Dengan adanya transformasi posyandu, tugas dan peran kader kini semakin luas. Tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang SPM, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum,” ungkap Maya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan komitmen lintas sektor, mulai dari tim pembina posyandu, OPD pengampu layanan enam SPM, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.

“Perlu kerjasama yang sungguh-sungguh agar program dan kegiatan di posyandu benar-benar menyentuh masyarakat. Saya sangat berterima kasih kepada para kader yang tetap semangat melayani dengan ikhlas demi mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” ujarnya.

Pembinaan dan edukasi berjenjang dari tingkat provinsi hingga desa menurut Baby, harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar posyandu dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan terpadu.

Sementara itu, Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kalau kita lihat sejarahnya, posyandu jadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat paling bawah. Walau masih banyak posyandu yang memanfaatkan teras rumah warga, justru dari situ kita berhasil tingkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Ambon hingga mencapai 83,47,” ungkap Wattimena.

Ia juga menegaskan komitmennya agar setiap desa, kelurahan, dan negeri di Kota Ambon memiliki satu posyandu yang menerapkan enam SPM minimal sebagai contoh bagi wilayah lainnya.

“Kita tidak harus punya gedung megah. Yang penting, kualitas pelayanannya meningkat. Dari cara kita melayani, itulah ukuran kemajuan,” tambahnya.

Wattimena juga menjelaskan, Pemkot Ambon terus memperkuat layanan dasar masyarakat, termasuk dengan menjadikan seluruh puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan membuka layanan darurat 112 untuk berbagai kebutuhan, mulai dari ambulans hingga mobil jenazah.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyinggung soal insentif bagi kader posyandu.

“Kita memang belum bisa menaikkan insentif secara signifikan. Saat ini masih di angka Rp300 ribu, naik dari sebelumnya Rp200 ribu. Tapi yakinlah, ke depan akan terus kita upayakan peningkatan itu,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kegiatan pembinaan, turut dilakukan penyerahan bantuan satu unit Wi-Fi berbasis jaringan seluler 4G Lite kepada lima perpustakaan desa, masing-masing di Desa Poka, Desa Hunuth, Desa Batu Merah, Desa Galala (Wairuhu), dan Desa Rutong.

Bantuan ini diharapkan dapat menunjang akses literasi digital masyarakat desa, sekaligus memperkuat sarana informasi dan edukasi di tingkat lokal.

Kegiatan pembinaan posyandu ini menjadi momentum penting bagi Kota Ambon untuk memperkuat implementasi enam bidang layanan dasar (SPM) yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah provinsi, Pemkot dan seluruh kader posyandu, diharapkan Kota Ambon terus menjadi contoh dalam penerapan posyandu terpadu yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke lapisan terbawah. (NS-02)

Views: 2
Facebook
WhatsApp
Email