
AMBON,Nunusaku.id,- Musik Natal bergema di jantung Kota Ambon kawasan jalan Said Perintah, Pangkalan Taxi, Sabtu (20/12) malam.
Momen “Christmas Carol” yang digagas komunitas “Joas Lama” alias Jola itu dibanjiri ratusan warga dari pelosok kota termasuk yang datang dari luar daerah.
Musisi ternama lintas generasi meriahkan event tersebut mulai dari Ronny Loppies, Harry Alfons, Frans Pattiradjawane, Beto dan Igo Idol, Linda Nussy, Margie Sipahelut, Sion Front VG, Chaken Supusepa, Flor Letlora hingga Rapper Dalens Utra.
Event yang baru pertama kali dihelat itu turut menyita perhatian Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Walikota Ambon Bodewin Wattimena (BW) dan Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa (JL)
Tak hanya hadir, JL dan BW juga turut menyumbangkan lagu pujian. Dengan suara bariton lantunan “Penebus Dosa” disumbangkan JL.
Sementara BW membalas dengan “Selamat Datang Penebus” menambah nuansa Christmas Carol makin meriah.
Para musisi dan artis lokal secara bergantian melantunkan tembang Natal menghibur umat Tuhan yang memenuhi tenda-tenda Natal.
Perayaan Christmas Carol komunitas “Jola” memantik perhatian pengguna jalan di malam panjang menyambut Adventus IV.
Pdt. Johanes Parihala dalam khotbah singkatnya akui, Christmas Carol yang paling pertama ditulis dalam Alkitab ialah Lukas 2:13-14. Dimana? “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
“Itu puji-pujian Christmas Carol yang paling pertama,” ucapnya. “Kalau itu dilakukan bala tentara sorga, maka beta mau bilang malam ini sungguh luar biasa momen Christmas Carol yang dilalukan komunitas Jola. Mereka datang dari latar belakang berbeda, tapi bisa bikin yang luar biasa menyambut Natal,” sambungnya.
Ia mengaku bangga, bukan saja di rumah kopi komunitas ini berbicara banyak hal, termasuk kota dan daerah ini. Tapi juga membuat sesuatu yang luar biasa menyambut Natal Kristus.
Sementara Ketua Tim Kerja Christmas Carol “Jola”, Jefri Hitjahubessy menyebut, komunitas “Jola” merasa ada yang kurang jika momen Natal tidak dihiasi dengan puji-pujian.
Momen Christmas Carol memang sudah lama tidak didengungkan di jantung kota ini, maka dengan waktu yang singkat komunitas berupaya menggagas perayaan di malam ini.
“Katong yang tergabung ini ada tukang becak, penyapu jalan, tukang ojek, pegawai swasta, dosen, guru, bahkan lainnya. Katong tidak membedakan status sosial, tapi semua sama dimata Tuhan,” sebutnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut sorong bahu demi terlaksananya acara ini.
“Terima kasih Pak John Lewerissa, Pak Ari Sahertian dan semua pihak. Akang (acara-red) pung manis dengan kurang-kurang katong tado-tado akang jua,” kuncinya.
Sekadar tahu, dalam perayaan Christmas Carol dilakukan sentuhan kasih kepada para karyawan rumah kopi joas lama, supir pangkalan taxi, penyapu jalan, dan jibu-jibu yang setiap saat menjajakan dagangan di Warkop.
Sentuhan kasih Natal itu diserahkan Gubernur HL, Walikota dan Wakil Ketua DPRD Maluku. (NS)





