Penuhi 12 Indikator, Ambon Masuk 10 Besar Kota Toleran di Indonesia
IMG-20260423-WA0190

JAKARTA,Nunusaku.id,- Setelah sempat keluar dari jalur 10 besar, kini Kota Ambon kembali masuk sebagai jajaran Kota Toleran di Indonesia.

Catatan prestisius itu ditorehkan setelah ibukota provinsi Maluku meraih skor 5,657 berdasarkan penilaian dari SETARA Institute untuk penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2025.

Penilaian IKT diikuti 94 kota di Indonesia, dengan peringkat pertama Kota Toleran diraih Salatiga, dengan skor 6,492 diikuti Singkawang (6,291), Semarang (6,160), Pematangsiantar (6,084), Bekasi (6,037), Sukabumi (5,973), Magelang (5,805), Kediri (5,792), Tegal (5,733) dan Ambon di peringkat 10.

Total ada 12 syarat yang dipenuhi Kota Ambon sehingga berhasil mendapat pengakuan nasional itu. Dimana empat (4) variable utama yakni regulasi, tindakan Pemerintah Kota, regulasi sosial, dan tindakan sosial.

Disamping itu, ada 8 (delapan) indikator lain guna mengukur kinerja pemerintah dalam mengelola keberagaman dan kerukunan; yakni perencanaan pembangunan, kebijakan diskriminatif, peristiwa pelanggaran, Tindakan pemerintah, regulasi sosial, demografi sosio-keagamaan, pernyataan publik, dan tingkat toleransi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kota Ambon, Oldrin Parinussa hadir mewakili Walikota Bodewin Wattimena menerima trophy 10 besar Kota Toleran yang diserahkan Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan di Mangkuluhur Arthotel Suites, Jakarta, Rabu (22/4).

Walikota Bodewin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga kota atas partisipasi membangun toleransi, sehingga bisa kembali masuk jajaran 10 besar kota Toleran di Indonesia.

“Kota Ambon masuk 10 besar atau naik satu tingkat dibanding tahun lalu. Terimakasih kepada seluruh warga atas partisipasi membangun toleransi di kota Ambon tercinta,” ungkap Wattimena.

Dirinya meminta seluruh masyarakat untuk bekerjasama dengan seluruh pihak yang berkepentingan dalam menjaga ketertiban dan keamanan guna mewujudkan Ambon Manise yang inklusif, toleran dan berkelanjutan.

“Mari saling bantu bersama TNI/POLRI, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur yang lain, guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian. Bersama kita wujudkan Ambon Manise yang inklusif, toleran dan berkelanjutan,” demikian Walikota dalam postingannya.

Sementara, Kaban Kesbangpol Kota Ambon Oldrin Parinussa akui, penghargaan yang disematkan ini menjadi apresiasi atas upaya Pemkot dan seluruh warga Kota Ambon dalam menjaga serta memperkuat nilai-nilai toleransi.

“Kami patut bersyukur atas penghargaan ini. Menjadi motivasi serta spirit bagi lemerintah dan masyarakat untuk dapat meningkatkan terus rasa toleransi di kota Ambon,” jelasnya.

Raihan apresiasi tersebut akuinya, tidak lepas dari komitmen kuat Walikota Ambon yang disetiap kesempatan selalu tegaskan dan pastikan Ambon sebagai kota yang ramah untuk semua warga tanpa membedakan latar belakang agama, etnis, maupun identitas sosial.

“Penegasan ini sering disuarakan pa Walikota, bukan hanya pernyataan formal melainkan secara konsisten disampaikan melalui pidato pada forum-forum resmi,” pungkasnya. (NS/MC)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email