Pentingnya Sinergisitas Perguruan Tinggi & Pemerintah Jawab Tantangan Pembangunan Daerah
IMG-20250418-WA0182-768x418

AMBON,Nunusaku.id,- Pentingnya sinergisitas lembaga perguruan tinggi (PT) dan pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang kesemuanya akan berorientasi pada kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu ditekankan Walikota Ambon Bodewin Wattimena saat didapuk menjadi salah satu keynote speaker pada Seminar Nasional (Semnas) dalam rangka dies Natalis ke-55 Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Fatek Unpatti) secara daring, Senin (14/4) lalu.

“Dalam kaitan tema Inovasi teknologi, aspek ini penting karena menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi dan juga pemerintah daerah,” sebut Bodewin.

Aspek ini juga tambahnya, mendukung cita-cita negara sebagaimana misi ke-4 Asta Cita Presiden yaitu Memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan.

Hal lain kata Walikota yakni pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Ambon yang terus bertumbuh postif. Dimana pada tahun 2024 ada di angka  83,37.

“Aspek pendidikan bukan hanya jadi komponen penting penghitungan IPM, tapi juga berfungsi sebagai pendorong peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Maka investasi di bidang pendidikan dibutuhkan untuk mendorong pembangunan manusia,” jelas Bodewin.

Lebih lanjut akuinya, Pemkot Ambon dalam melaksanakan pelayanan dasar khususnya di bidang pendidikan, perlu dukungan PT. Sehingga diharapkan PT mengoptimalkan perannya bagi pembangunan di daerah melalui pengembangan Tri Dharma PT.

Dikatakan, sesuai visi Kota Ambon 2025-2029 untuk mewujudkan ‘Ambon Manise yang Inklusif, Toleran dan Berkelanjutan’,  dalam 17 program prioritas Walikota- Walikota tahun 2025-2030, salah satunya adalah melanjutkan pengembangan Ambon Smart City.

“Saya berharap kolaborasi ini akan meningkatkan indeks smart city Kota Ambon yang terus menunjukkan kenaikan di tahun 2024 pada angka 3,1 dari sebelumnya di tahun 2023 di angka 2,87,” harap Bodewin.

Dari banyak kebutuhan inovasi teknologi, orang nomor satu Kota Ambon itu akui, Kota Ambon sudah terapka pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dimana pemilahan sampah otomatis dengan teknologi canggih dapat meningkatkan efisiensi dan kurangi kontaminasi sampah dan mendukung proses daur ulang yang lebih efektif.

Kemudian sistem peringatan dini (Early Warning System) diperlukan dalam mengurangi resiko bencana, teknologi smart fishing, untuk meningkatkan produktivitas nelayan skala kecil, serta adopsi riset teknologi pertanian, untuk meningkatkan produktivitas pertanian lewat novasi benih.

“Mari bersama-sama bersinergi dalam pembangunan di daerah ini untuk mewujudkan Kota Ambon Manise yang Inklusif, Toleran dan Berkelanjutan,” tutupnya.

Diketahui, Semnas yang mengusung tema Inovasi Teknologi Menyongsong Indonesia Emas 2045 itu juga hadirkan Prof. Femiana Gapsari dari Universitas Brawijaya dan Dekan Fatek Unpatti, Dr. Pieter Th. Berhitu sebagai keynote speaker.

Hadir mendampingi Walikota, staf ahli Walikota bidang Ekonomi, Pembangunan dan KESRA sekaligus Plt. Kadis Komunikasi Informatika dan Persandian Ronald Lekransy. (NS)

Views: 1
Facebook
WhatsApp
Email