Pentingnya Kolaborasi Penegakkan Hukum Pemilu di Sentra Gakkumdu
IMG-20241120-WA0028

AMBON,Nunusaku.id,- Pentingnya kolaborasi antara berbagai unsur di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk memastikan penanganan pelanggaran pemilu berjalan maksimal.

Hal itu ditekankan mantan Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely saat menjadi narasumber rapat koordinasi (Rakor) Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang digelar Bawaslu Ambon, di salah satu hotel di Ambon, Rabu (20/11).

Menurutnya, sinergi antara Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan menjadi kunci keberhasilan dalam proses penegakkan hukum Pemilu.

“Sentra Gakkumdu ini forum sangat strategis. Agar proses penanganan pelanggaran berjalan maksimal, diperlukan kombinasi dan sinergi erat antara semua unsur terkait. Hal ini dapat dimulai dari pendekatan informal, seperti berdiskusi santai sambil ngopi, untuk membangun pemahaman bersama,” akui Ely.

Ia menyoroti sejumlah tantangan utama yang dihadapi dalam penegakan hukum pemilu. Salah satunya adalah mengatasi praktik politik uang (Money Politik) yang masih menjadi tren dari waktu ke waktu.

Ely menyebutkan bahwa berbagai bentuk pelanggaran, seperti “serangan fajar”, berpotensi mencederai integritas proses demokrasi.

“Politik uang menjadi tren yang terus meningkat. Untuk mengatasinya, Sentra Gakkumdu perlu melibatkan lebih banyak mitra, termasuk stakeholder strategis, untuk mencegah terjadinya pelanggaran,” katanya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi ke masyarakat mengenai ancaman pidana bagi pemberi maupun penerima politik uang, sebagaimana diatur dalam Pasal 187A UU No. 10 tahun 2016.

“Masyarakat perlu diberi pemahaman yang jelas tentang konsekuensi hukum. Salah satu saran konkret ialah pembuatan video pendek yang mudah dipahami oleh masyarakat,” akuinya.

Video tersebut dapat berisi peringatan akan ancaman pidana, yang mencakup hukuman penjara 3 hingga 7 tahun serta denda hingga Rp 1 miliar.

Selain politik uang, Ely juga menyoroti isu netralitas aparat negara, terutama di tingkat provinsi, serta potensi intimidasi terhadap pemilih dan manipulasi suara.

Ia mengingatkan agar masyarakat dan aparatur penegak hukum selalu menjaga integritas dan menghindari gesekan yang dapat mencederai proses demokrasi.

“Netralitas adalah kunci. Kita harus pastikan bahwa semua pihak, termasuk aparat keamanan, bersikap profesional dan tidak memihak. Proses pemilu yang bersih hanya bisa tercapai jika semua pihak menghormati aturan yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, koordinasi yang baik antar unsur di Sentra Gakkumdu merupakan kunci keberhasilan penegakan hukum pemilu.

Karena itu, Ely mendorong semua pihak untuk mendiskusikan setiap dugaan pelanggaran secara mendalam, agar tidak ada perbedaan pemahaman dalam proses penanganannya.

“Koordinasi yang efektif akan membantu memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran dapat ditangani secara adil dan tepat sasaran. Mari kita jadikan masyarakat sebagai subjek yang dihormati, bukan sekadar objek dari proses penegakan hukum,” jelas Ely.

Forum ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak, demi mewujudkan pemilu yang bersih, adil, dan bermartabat. (NS-02)

Views: 17
Facebook
WhatsApp
Email